Pemkot Serang Pinjam Alat Timbang Sampah dari Tangsel

SERANG,- Proses pembuangan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPAS Cilowong sudah mulai dilakukan sejak 15 September 2021. Namun, sampai saat ini Pemkot Serang belum memiliki alat timbang sampah dan masih menggunakan alat milik Pemkot Tangsel.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Ipiyanto menjelaskan, terdapat beberapa kendala teknis, sehingga terjadi keterlambatan pembuangan sampah dari Tangsel ke Kota Serang.
“Seperti timbangan sampah yang kami punya itu kurang memadai dan saat ini kami menggunakan timbangan milik Tangsel sambil menunggu lelang alat timbang Kota Serang,” katanya, Rabu (29/9/2021).
Dia mengaku cukup kesulitan dalam menjalankan kerja sama pembuangan sampah dari Tangsel ke Kota Serang. Hal itu salah satunya ialah terkendala pada proses lelang di Unit Pengadaan Lelang (ULP). “Jadi memang agak sulit, kami terkendala pada proses lelangnya di ULP. Seharusnya bisa dipercepat karena kerja sama ini sudah dilakukan, termasuk bantuan keuangan dari Tangsel sudah masuk ke Kota Serang,” ujarnya.
Padahal, kata dia, apabila proses lelang bisa berjalan cepat, maka pembuangan sampah pun dapat dilakukan segera. Sehingga Pemkot Serang bisa menerima retribusi sampah sesuai dengan perjanjian. “Kalau sekarang ini kan kami kejar-kejaran, karena Desember sudah mulai ditarik retribusi. Dalam kerja sama ini, bukan hanya kami (LH) tapi tentu akan melibatkan OPD dan pihak lainnya,” ucapnya.
Saat ini, Ipiyanto menyebutkan, bantuan keuangan sebesar Rp 21 miliar lebih tersebut telah disusun untuk pengadaan alat berat tiga unit, yakni buldozer satu unit, dan dua unit eskavator. Kemudian, pembuatan bronjong, drainase, dan penampungan air lindi. “Untuk alat berat ketiganya sudah ada di TPAS Cilowong. Termasuk kami juga mengajukan dua unit dum truk,” pungkasnya. (Arr)








