amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Pemkot Serang mengaku jika program satu hari menggunakan bahasa Jawa Serang (Jaseng) belum direalisasikan. Pihaknya beralasan karena program tersebut terkendala dengan aturan yang sebelumnya.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dindikbud Kota Serang, Evie Shofiah Usman berencana, program tersebut akan diterapkan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekolah.
“Inginnya semua, dari Walikota, Wakil, Sekda, hingga staf honorer wajib menggunakan bahasa Jawa di hari yang telah ditentukan,” ucapnya, Senin (5/4/2021).
Saat ini, pihaknya juga sedang melakukan usulan agar bahasa daerah dibarengi dengan penggunaan pakaian daerah namun masih dalam tahap kajian internal agar tidak menyalahi aturan.
“Ini kan belum di SK kan. Dulu kan namanya Jumat Babasan, lalu ganti Selasa Babasan, jadi belum pasti yah,” jelasnya.
Dia menilai, penggunaan bahasa daerah merupakan identitas untuk melestarikan budaya yang hampir dilupakan oleh warganya.
“Tentu kami mendorong pelestarian bahasa daerah karena ini identitas daerah,” katanya
Selain itu, pihaknya juga berencana akan membuat kamus bahasa Jawa Banten untuk disebarkan kepada masyarakat.
” Insya Allah tahun depan mudah-mudahan bisa mulai,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…