amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Orang tua A yakni Ali Tofan yang anaknya menjadi korban pada aksi tawuran yang terjadi di depan kantor Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang meminta agar polisi bertindak cepat dengan menciduk para pelaku.
Korban diketahui merupakan siswa kelas 12 jurusan Teknik Mesin. Korban disemayamkan di TPU pada Jum’at (14/1/2022) sekitar pukul 02.00 pagi.
Ali mengaku tidak menyangka jika anaknya menjadi korban dalam aksi tawuran itu. Ia mengatakan, pada saat kejadian itu, anaknya dijemput oleh temannya yang berbeda sekolah.
“Saya enggak ada firasat, setau saya biasanya anak saya dijemput oleh teman sekolahnya saja, tapi ini kok yang jemput anak dari MAN,” katanya, Jum’at (14/1/2022).
Ia mengatakan, saat hari kejadian itu anaknya menggunakan sweater yang diberikan oleh teman yang menjemputnya. Ia pun menduga jika kasus ini bukanlah kasus tawuran biasa.
“Menurut saya ini bukan tawuran melainkan unsur dendam, anak saya dijemput 1 orang pagi jam setengah 8 dijemputnya,” katanya.
Ia pun mendesak agar aparat kepolisian segera bertindak cepat menangkap para pelaku. Ia juga meminta agar polisi seger memeriksa orang yang telah menjemput anaknya. “Yang ngejemput harus segera diselidiki,” imbuhnya.
Ali Tofan mengatakan, terdapat sejumlah luka yang dialami oleh almarhum anaknya. “Luka 20 jaitan, luka tusuk sampai tembus ke paru-paru, luka tangan bekas digeleng, di kepala benda tumpul,” terangnya.
Sementara itu, kepala sekolah PGRI 1 Kota Serang, Anang membenarkan jika yang menjadi korban tawuran merupakan anak didiknya. Ia mengatakan korban saat ini duduk di kelas 12 teknik mesin.
“Itu di luar jam sekolah, karena kita masih PTM terbatas. Kebetulan anak itu saat hari kejadian tidak masuk sekolah,” katanya.
Lebih lanjut pihak sekolah menghimbau kepada anak-anak didiknya yang lain agar tidak terpancing dengan kejadian itu dan mengikhlaskan kepergian korban.
“Semoga kejadian ini jangan sampai terulang dan saya menghimbau teman-temannya tidak terpancing,” tandasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…