amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Kebijakan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menutup sementara tempat wisata sejak 16 Mei hingga 30 Mei 2021 mendapatkan protes dari berbagai pihak. Salah satunya, dari pengelola pantai wisata.
Kebijakan tersebut, dinilai tidak memikirkan nasib para pengusaha dan pedagang kecil yang harus rela berhutang.
Pengelola Pantai Pasir Putih Sirih Tanpa Karang Wahyu Papat mengatakan, apabila sudah tidak mampu memimpin Banten lebih baik mundur daripada memalukan diri sendiri.
“Bukan seperti ini yang diurus. Lebih baik urus anak buah Pak Gubernur yang korupsi dana hibah dan pikirkan hutang Banten ke PT SMI,” kata Papat dikutip dari akun media sosialnya. Minggu, (16/5/2021).
Papat mengungkapkan, perputaran ekonomi di Anyer tidak akan berjalan apabila wisata ditutup. “Hutang Banten ke PT SMI bukan gubernur yang bayar tapi rakyat. Rakyat bisa membayar dari pajak dan retribusi. Apabila tidak terjadi perputaran ekonomi, bagaimana rakyat mau membayar pajak,” katanya.
“Kalau cuma nutup tempat wisata mah, gubernur mah rumahnya sudah gedong dan duitnya sudah banyak. Enak saja. Rakyat miskin ini bagaimana,” lanjut Papat.
Ia juga memastikan apabila WH maju kembali di Pilkada serentak 2024 nanti sebagai calon gubernur, maka dipastikan kalah se Kabupaten Serang.
Dengan penutupan pantai sampai akhir bulan nanti, ia memastikan kerugian bisa mencapai miliaran bahkan triliunan Rupiah se Anyer. “Perputaran uang di Anyer sampai akhir bulan bisa sampai triliunan Rupiah,” tandas Papat.
Ia mengatakan, sejak kejadian tsunami pada 2019 lalu kemudian pandemi tahun lalu, baru kali ini wisata Anyer kembali ramai. “Ini dihajar lagi sama kebijakan gubernur,” ujarnya.
Papat juga menyampaikan, para pedagang di Anyer rela berhutang demi bisa berjualan. Apabila tiba-tiba tempat wisata ditutup, lalu para pedagang mau bayar hutangnya pakai apa.
“Rakyat dipaksa bayar pajak, tapi gubernur nya tidak bisa memberikan kebijakan yang pro terhadap perekonomian rakyat,” tegasnya.(red)
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…