Perkiraan Kenaikan Tarif Baru KRL Usai Lebaran

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak akan melakukan kenaikan tarif KRL Commuter Line Jabodetabek pada bulan puasa hingga lebaran mendatang. Namun, kenaikan diperkirakan akan terjadi setelah lebaran.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyampaikan, Kemenhub belum akan menaikkan tarif KRL dalam waktu dekat. Artinya, wacana pemberlakuan tarif baru Rp5.000 untuk 25 kilometer (km) pertama itu urung dijalankan pada awal Ramadan tahun ini.
“Terkait implementasinya, penyesuaian tarif KRL tidak akan dilakukan sebelum puasa dan Lebaran,” katanya, Senin (7/3/2022).
Namun, Adita tak merinci kapan pemberlakuan tarif baru ini akan dijalankan. Ia mengaku pihaknya masih akan melakukan kajian terkait penerapan tarif tersebut.
“Setelah itu (lebaran) pun kami pasti akan kaji lagi waktu implementasinya, melihat situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat,” katanya.
Ia menyebutkan, terkait wacana kenaikan tarif ini telah sering disampaikan dalam berbagai kesempatan. Termasuk webinar-webinar yang disampaikan Kemenhub maupun stakeholder terkait KRL Commuter Line.
“Hasil survei terhadap rencana penyesuaian tarif KRL sudah disampaikan ke publik lewat webinar-webinar,” terangnya.
Sementara itu, Kasubdit Penataan dan Pengembangan Jaringan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arif Anwar mengatakan, tarif yang akan naik adalah tarif dasar sejauh 25 kilometer (km) untuk tarif KRL. Bila awalnya tarif KRL untuk 25 km pertama hanya Rp 3.000, rencananya dinaikkan menjadi Rp 5.000, atau tepatnya naik Rp 2.000.
“Nah ini dari hasil survei tadi ini masih ada tahap diskusi juga. Kita akan usulkan penyesuaian tarif kurang lebih Rp 2.000 pada 25 km pertama. Jadi kalau yang semula sebesar Rp 3.000 untuk 25 km ini jadi Rp 5.000,” papar Arif dalam diskusi publik virtual yang diadakan Instran, Rabu (12/1/2022) yang lalu. (red)






