amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Petani Milenial di Pandeglang Terapkan Smart Farming, Tingkatkan Produksi Padi Hingga 30 Persen

PANDEGLANG – Pertanian pintar (Smart Farming) merupakan suatu konsep yang menggabungkan teknologi digital dengan praktik pertanian tradisional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.

Dengan menggunakan smart farming, seorang petani milineal M Teguh Arrosid di Kecamatan Kaduhejo dapat meningkatkan produksi budi daya cabai hingga 30%.

“Kita menggunakan metode smart irigation dan terintegrasi dengan internet off think,” ungkap M Teguh Arrosid pada saat panen raya cabai di Kadugemloh Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/3/2025).

Teguh Arrosid menyampaikan dengan menggunakan IOT dalam perawatan budidaya cabai ini lebih efektif dan efisien. Dikatakan Teguh, efektif nya itu hanya cukup 5 menit lahan 1.000 meter itu bisa terselesaikan.

“Penyiraman 5 menit itu akan menghasilkan 200 ml air, karena kebutuhan air cabe ini sehari 200 ml air. Jika digunakan secara konvensional menghabiskan waktu 2-4 jam/1.000 meter,” ujarnya.

Teguh melanjutkan, efisiensi penggunaan IOT ialah air dan pupuk yang akan langsung dialirkan ke perakaran dengan menggunakan pipanisasi. Oleh sebab itu dengan menggunakan IOT ini, Hari Orang Kerja (HOK) akan bisa ditekan.

“Jika menggunakan gayung dan ember peyiraman akan tercecer dan tidak langsung ke perakaran, makanya memakan waktu lama, dengan IOT penyiraman bisa langsung pencet tombol di HP,” imbuhnya.

Dijelaskan Teguh, untuk populasi 2.000 tanaman akan menghasilkan panen cabai 1 ton dengan taksiran 0,5 kg atau 5 ons/batang.

“Pupuk yang diberikan sesuai kebutuhan tanaman sehingga presisi, dan peningkatan produksi yakni 10-30% dari hasil konvensional,” pungkasnya.

Bupati Pandeglang Dewi Setiani mengapresisi petani milenial yang dapat meningkatkan produksi cabai. Menurutnya, sangat jarang anak muda yang mau menggeluti bidang pertanian.

“Teguh ini adalah ambasador agricultur, semoga akan terus berkembang petani milenial di Pandeglang sehingga menekan angka inflasi,” ungkapnya.

Bupati Dewi juga mengucapkan tetimakasih kepada Bank Indonesia (BI) atas dukungan smart farming yang dikelola oleh petani milenial di Pandeglang.

“Terimakasih untuk BI, semoga anak muda di Pandeglang terus produktif dalam bidang pertanian menjadi petani milenial yang sukses,” pungkasnya.

Hadir dalam acara ini Sekda Pandeglang Ali Fahmi Sumanta, Asda Ekbang Nuriah, dan Kepala Dinas Pertanian Nasir. (red)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

1 minggu ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

1 minggu ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

2 minggu ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 minggu ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 minggu ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

1 bulan ago