amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Sejumlah petani yang ada di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen mulai memanen timun suri yang sudah ditanam selama 2,5 bulan. Timun suri itu untuk diperjualkan pada Ramadan.
Salah seorang petani timun suri di Sawah Luhur, Nur Soleh mengaku, penanaman benih timun suri telah dilakukan sejak 2,5 bulan yang lalu. Hal tersebut agar timun suri dapat dipanen ketika menjelang ramadhan.
“Ini sudah matang lihat sudah meletek, kalau ini tunggu 2-3 hari lagi baru matang,” katanya saat di temui di kampung Kebon Baru, Kelurahan Sawah Luhur, Kasemen, Selasa (6/4/2021).
Soleh mengatakan, dirinya menjual hasil panennya kepada tengkulak yang bisa memborong hasil panen petani untuk kemudian dijual lagi. “Untuk 1 pikul timun suri dijual dengan harga Rp80 ribu. Nantinya timun suri ini akan dijual kembali di daerah Cilegon, Tangerang, dan Jakarta,” jelasnya.
Selain itu, ia juga kadang menjual hasil panen tersebut kepada masyarakat yang biasa menjadi penjual timun suri. “Ada juga penjual dadakan yang ambil timun suri di sini,” imbuhnya.
Soleh mengaku, jika di tahun ini tidak banyak petani yang menanam timun suri lantaran cuaca yang cukup eksstim belakangan ini. Padahal, timun suri sangat diminati oleh masyarakat untuk dijadikan salah satu hidangan untuk berbuka puasa.
“Gimana cuaca, yang bagus itu kalau sedang terik (panas). Kemaren itu kan hujan besar ya, ini nih hasilnya (busuk),” tandasnya. (Arr)
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…