Polda Banten Vaksin Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Ciruas

SERANG,- Polda Banten melakukan vaksinasi kepada siswa SMAN 1 Ciruas. Vaksinasi dilakukan guna persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka di Provinsi Banten.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para siswa nampak antusias mengikuti vaksinas yang diselenggarakan. Tidak terlihat kerumunan yang terjadi meskipun yang disediakan mencapai 1.000 dosis vaksin. Para siswa terlihat berbaris rapih saat mengantre untuk di suntik vaksin di tempat yang telah disediakan oleh panitia.
Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga mengatakan,antusiasme siswa terlihat cukup tinggi. Hal itu terbukti dari jumlah siswa yang mendaftarkan diri untuk di vaksin yang mencapai hingga 1.000 siswa.
“hari ini pelaksanaan Vaksin dilakukan untuk 632 siswa. Alhamdulilah antusiasme siswa cukup tinggi lebih dari seribu orang,” katanya saat di temui di SMAN 1 Ciruas, Rabu (18/8/2021)
Untuk mengantisipasi kerumunan yang terjadi, lanjut Shinto, pihaknya bersama dengan pihak sekolah berinisiatif untuk melaksanakan vaksinasi selama dua hari.”Kami dengan panitia memutuskan untuk melaksanakannya selama dua hari,” tegasnya
Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi sendiri merupakan bentuk akselerasi agar kekebalan kelompok segera tercapai dan pandemi covid-19 di Provinsi Banten bisa segera sirna.
“Harapannya bisa segera tercapai Heard Imunity dan dunia pendidikan di banten bisa melaksanakan secara offline,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri I Ciruas, Yanto menjelaskan, jumlah keseluruhan siswa yang ada di SMAN 1 Ciruas sendiri berjumlah 1.517 siswa.
“Tidak semua siswa mengikuti vaksinasi di sekolah, ada yang sudah mengikuti di luar dan ada juga siswa yang tidak diberi izin untuk mengikuti vaksinasi. Untuk itu ada sekitar 1.000 siswa lebih yang akan mengikuti vaksinasi,” jelasnya.
Ia pun mengaku telah siap untuk menjalankan sekolah tatap muka lantaran mayiritas siswa dna juga tenaga pendidik telah banyak yang ikut vaksinasi. Kendati demikian pihaknya akan tetap menunggu aturan tekhnis yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi.
“Namun untuk tatap muka kita masih menunggu edaran dan juknis dari Dindik Provinsi Banten terkait tekhnis pelasanaan pembelajaran tatap muka. Namun pada perinsipnya kita sudah siap,” tandasnya. (Arr)






