amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Banten– Semangat mewujudkan pendidikan berkualitas di Banten nampaknya belum menjadi perhatian serius. Salah satu persoalan yang muncul adalah terkatung-katungnya puluhan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Padahal, hal ini dapat berpengaruh langsung pada pengelolaan manajemen pendidikan.
Persoalan ini muncul di berbagai daerah di Banten. Salah satunya di Kabupaten Tangerang. Salah satu Anggota DPRD Banten mengungkap hal tersebut dalam Rapat Kordinasi Komisi V dengan Mitra Kerja diruang rapat komisi Selasa (15/10).
“Di Kabupaten Tangerang ada beberapa kepala sekolah yang kosong. Dan saya menyaksikan sendiri ada Kepala sekolah yang mendapatkan tugas Plt (pelaksana tugas –red) yang jaraknya sangat jauh. Bahkan boleh dibilang dari ujung ke ujung. Kenapa berlama-lama, apakah ini ada permainan ? Padahal beberapa calon kepala sekolah sudah dites dan sudah di diklat,” tanyanya.
Ditambahkan, Heri Handoko, Anggota DPRD Dapil Kabupaten Serang, Persoalan yang sama juga muncul di Kabupaten Serang.
“Bagaimana mewujudkan pendidikan berkualitas jika kepala sekolah saja susah untuk didefinitifkan. Salah satunya di SMA Ciruas. Saya kira sudah lama sekali sekolah itu tidak memiliki kepala sekolah yang definitif.”
Ketika menjawab pertanyaan Anggota Dewan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kebudayaan. Ujang, membenarkan apa yang dipertanyakan oleh Anggota Dewan. Ada sekitar 50 sekolah yang belum definitif.
“Betul ada sekitar 50 sekolah yang kepala sekolahnya belum di definitifkan.”
Bahkan Ujang memberikan informasi tambahan bahwa hal itu sudah diajukan ke Gubernur namun belum ditandatangani.
“Semua proses sudah kami lakukan semua. Ajuan dan daftar kepala sekolah yang sudah didiklat dan dites sudah kami sampaikan ke Gubernur. Namun saat ini kami belum mengetahui kebijakan pimpinan,” pungkasnya. (D-18)
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…