amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Banten, ratusan rumah warga di Kabupaten Serang terendam banjir. Banjir terjadi akibat luapan sungai Cikalumpang.
Salah satu warga, Wahyu mengatakan, ada sekitar 250 rumah penduduk yang terendam akibat luapan sungai Kalumpang, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang Banten.
“Kita dari kemarin diguyur hujan sampai dua hari, nah sekitar jam 10 malam itu air mulai naik sampai urang lebih ada yang mencapai 1 meter, dan ada yang setengah meter,” katanya, Senin (29/11/2021).
Ia mengatakan, jika air sempat surut sekitar pukul 07.00 pagi. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. “Ada info lagi dari hulu bahwa air sungai itu meluap lagi, nah kenyataannya seperti ini,” jelasnya.
Ia mengatakan, jika banjir sering sekali terjadi di wilayah tersebut, apalagi masuk pada musim penghujan. Ia pun mengaku merasa capi dengan kondisi yang terjadi di kampung halamannya itu.
“Ini banjir yang ke dua di hari ini. Kami cape dengan kondisi seperti ini, karena perabotan di rumah itu sebagian besar tidak bisa terselamatkan,” terangnya.
Selain perabotan rumah yang terendam, lanjut Wahyu. Banjir juga merencam lahan pertanian milik warga sehingga berpotensi terjadi gagal panen. Ia pun berharap agar ada langkah kongkret dari pemerintah setempat, agar banjir tak terus-tetusan terjadi. “Kami semua warga di RW 05 ini ingin sekali terbebas dari manjir,” pungkasnya. (Arr)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…