amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Rencana Alihfungsi SDN Gerem Menjadi SMPN 15 Cilegon Dapat Penolakan

CILEGON – Warga Kecamatan Grogol menolak rencana Pemkot Cilegon yang akan mendirikan SMP Negeri 15 di Kecamatan Grogol. Karena, wacana sekolah yang semula akan didirikan di SDN Cikuasa II itu belakangan dialihkan ke SDN Gerem III di lingkungan Kagungan, Kelurahan Gerem.

Warga menolak rencana tersebut lantaran ingin menjaga lahan yang dulunya diperjuangkan secara gotong royong oleh masyarakat.

“Kami bukannya menolak didirikannya SMP 15, tapi silakan gunakan lahan lainnya saja. Karena lahan di SDN Gerem III itu memiliki sejarah panjang bagi kami. Lahan itu diperjuangkan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat kami Kiyai Hilman Ismail beserta masyarakat sekitar tahun 1973 dan barulah didirikan pada sekitar tahun 1980-an sebagai SD Inpres melalui gotong royong masyarakat dari tiga kampung, yaitu Kagungan, Kawista dan Gerem Kulon,” ungkap Ketua Fraksi Golkar DPRD Cilegon Abdul Rojak, Kamis (20/5/2021).

Rojak menambahkan, pernyataannya tersebut mewakili sikap penolakan masyarakat, komite sekolah, orangtua dan wali murid hingga kalangan alumni SDN Gerem III.

“Kebetulan saya sendiri juga adalah alumni SDN Gerem III, makanya saya sendiri tidak setuju alihfungsi. Kalau alasannya sekolah itu tidak produktif sehingga akan dialihfungsikan, jelas itu salah. Karena kan ini lagi musim pandemi, siswanya belajar daring. Ada hampir 200 siswa di enam kelas sekolah ditambah satu ruangan guru. Wali murid jelas menolak kalau anak mereka nantinya malah akan dipindahkan ke beberapa SD yang lain,” terangnya.

Abdul Rojak menuturkan, pihaknya mencurigai adanya upaya Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon yang terus melakukan berbagai cara untuk memuluskan rencana tersebut.

“Kenapa harus dipaksakan kalau jelas itu ada penolakan banyak warga? Lagi pula kan sudah ada sekitar 7 sekolah setingkat SMP di wilayah kami. Kan akan lebih baik lagi bila Pemkot misalnya membangun sekolah baru dengan lahan bengkok milik Kelurahan. Kalau itu dipaksakan, warga sendiri rencananya akan mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya kalau Dindik masih terus ngotot,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, rencana yang sama diketahui juga akan dilakukan Pemkot Cilegon di atas lahan milik SDN Walikukun di lingkungan Lebak Kelapa, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil untuk didirikan SMP Negeri 14. Lagi-lagi hal itu menuai protes warga dan wali murid.

Sebelumnya dikonfirmasi Kepala Dindik Cilegon, Ismatullah mengungkap bahwa pihaknya saat ini masih berupaya melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat di sekitar SDN untuk dapat mendukung rencana tersebut.

“Saat ini masih dalam tahap kajian, belum menjadi kesimpulan. Karena kan ada masyarakat yang menolak namun ada pula yang mendukung, jadi sementara ini masih kita tampung dulu,” ujarnya.(red)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

6 hari ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

1 minggu ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

1 minggu ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

2 minggu ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

2 minggu ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

1 bulan ago