Rusunawa Margaluyu Sudah Siap Digunakan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Serang,- Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang mengaku telah melengkapi berbagai fasilitas-fasilitas mebeler yang dibutuhkan di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Margaluyu, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen.
Kepala DPRKP Kota Serang, Iwan Sunardi mengatakan, pihaknya telah melengkapi fasilitas-fasilitas mebeler yang dibutuhkan di Rusunawa Margaluyu, seperti tempat tidur, lemari dan fasilitas lainnya sejak beberapa bulan lalu.
“Jadi kalau dari kami (DPRKP) sudah menyiapkannya sejak beberapa bulan lalu. Bahkan sejak awal adanya corona di Kota Serang, karena rencananya rusunawa itu akan digunakan sebagai rumah singgah,” katanya, Kamis, (05/11/20).
Iwan mengatakan, sebelum benar-benar dihuni, Rusunawa harus terlebih dahulu dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang domainnya di Dinas Kesehatan Kota Serang.
“Karena yang lebih tau itu dari Dinkes. Seperti fasilitas penunjang lainnya, misalnya alat-alat kesehatan dan lain sebagainya. Karena sebetulnya, kalau dari kami sudah dipersiapkan dan sudah selesai,” imbuhnya.
Iwan menyebutkan, dari dua tower yang ada di Rusunawa Margaluyu, ada skema yang telah disiapkan untuk penggunaanya. “Kalau tower satu untuk keluarga yang saat ini akan digunakan untuk rumah singgah, dan tower dua diperuntukkannya untuk single yang saat ini sudah dihuni oleh sejumlah warga,” katanya.
Lebih lanjut, Iwan mengaku jika telah mengantongi izin untuk menjadikan Rusunawa Margaluyu menjadi tempat isolasi untuk orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 “Sudah sejak awal kami minta izin ke pusat, karena rusunawa itu asetnya masih milik pusat dan sudah diizinkan,” pungkasnya.
Namun, Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal mengatakan, untuk kesiapan rumah singgah bagi pasien positif Covid-19 yang berstatus OTG saat ini masih dipersiapkan baik sarana mau pun prasarana serta penunjang lainnya. “Nah, untuk pengisiannya kami tinggal tunggu laporan saja dari Perkim (DPRKP),” katanya.
Pihaknya juga mengaku telah siap untuk segera menempatkan para pasien ke rusunawa. “Kami juga sudah siap, tenaga kesehatan kami sudah ada, kemudian anggaran juga kan masih ada. Yang anggaran Rp 1,6 miliar itu belum kami gunakan, kami juga sudah berjalan sosialisasinya kepada masyarakat,” ujarnya.









