amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Nilai pancasila pada kaum muda dinilai sudah terkikis. Hal itu lantaran banyaknya ideologi luar yang masuk ke Indonesia. Karena itu, perlu adanya penguatan pemahaman-pemahaman pancasila pada kaum muda.
Hal itu terungkap pada seminar virtual bertajuk ‘Islam, Pamdasila dan Nasionalisme’ yang digelar oleh Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Serang, Selasa (4/8/2020).
Webinar menghadirkan KH Usman Umar, M Subhi Ibrahim, dan Faozan Amar. Webinar itu juga dibuka langsung oleh Sekjen DPP Repdem Wanto Sugito yang menceritakan pembelaan Bung Karno terhadap umat Islam dihadapan dunia internasional terutama terkait Palestina dan makam Imam Al Ghazali.
Ketua Repdem Kota Serang Dimas Pradipta Assuhada mengatakan, terkikisnya rasa nasionalisme pada kaum muda sudah bukan rahasia lagi. Menurut dia, kondisi itu merupakan dampak dari datangnya ideologi-ideologi import.
“Bukan sekali dua kali kita mendengar, orang dengan lantang menyebut, bahwa Pancasila adalah Thogut, musuh Islam. Ini adalah upaya untuk membenturkan Islam dengan Pancasila,” katanya.
Karena itu, pihaknya mengundang narasumber yang kompeten dari kalangan kiyai yang juga akademis. Supaya para peserta menjadi paham keterkaitan Islam, Pancasila, dan Nasionalisme,
Ketua Bidang Politik Repdem Kota Serang De Sucitra dalam webinar mengatakan, banyak hal menarik yang diungkapkan oleh para narasumber. Terutama pada peran ulama dalam menyusun Pancasila.
“Yang menggembirakan adalah respon para peserta seminar, mereka sangat antusias. Terutama setelah diungkapkan secara mendalam oleh para nara sumber, bahwa Pancasila adalah praktik amaliah nilai-nilai Islam, terkait habluminannas” tuturnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…