amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,– Salah satu rumah milik Muhammad Mad Hasyim (78), warga di Lingkungan Kaujon Baru RT/RW 02/13, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, hancur akibat diterjang hujan dan angin kencang pada Jum’at (27/12/2019). Meski sudah satu minggu kejadian tersebut berlalu, Hasyim belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Hasyim mengatakan, kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu dirinya bersama sang istri Siti Rohayah (60) sedang berbincang-bincang di halaman rumah. Karena sudah memasuki jam makan siang, sang istri kemudian pergi ke kamar untuk mengambil mie instan untuk di masak dan dimakan bersama.
“Saat itu terjadi hujan dan disertai dengan angin,” katanya saat diwawancarai di kediamannya, Kamis (2/1/19).
“Pas istri ngambil mie instan tiba-tiba ada suara kenceng dari kamar, saya kira itu petir, taunya kayu jatuh timpa istri saya sampe pingsan ga sadar,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua RT 02 Lingkungan Kaujon Baru, Khafiudin mengatakan, pasca kejadian tersebut, pihaknya bersama warga masyarakat berinisiatif untuk melakukan iuran guna meringankan korban yang terkena musibah.
“Saya musyawarah langsung sama warga, akhirnya warga mutusin untuk iuran, sudah terkumpul langsung dikasihkan untuk membeli kebutuhan bangunan kembali,” kata ketua RT Khafiudin.
Khafiudin menjelaskan, dirinya sudah meminta bantuan ke Kelurahan Serang, karena tidak ada program dikelurahan tersebu, lalu dialihkan ke Kelurahan Lopang.
“Saya sudah ke Kelurahan Serang tapi katanya tidak ada programnya, terus dialihkan ke Kelurahan Lopang, tapi sampe sekarang belum ada realisasi, cuma foto-foto rumah doang sampe tiga kali,” jelasnya.
Diketahui, selain dari hasil iuran warga, bantuan juga datang dari Kepolisian dalam hal ini Polda Banten yang menginstruksikan Polres Serang Kota utnuk ikut serta membantu meringankan beban korban dengan menyumbang berupa bantuan dana dan material bangunan berupa genteng. (Arr)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…