Startup Janji Baik Dilaunching di Tangerang

TANGSEL – Sebuah Startup yang bergerak dibidang Education Tech & Crowdfunding yang bernama Janji Baik menggelar agenda soft launching di SDN 2 parigi Kota Tangerang Selatan Jakarta Selatan (Tangsel), Minggu (17/4/2022).
Dalam agenda tersebut, diisi juga dengan Buka Bersama dan santunan anak yatim piatu dari panti asuhan Bima Azzahra dan Lapak Pemulung Jurang Mangu.
Founder Janji Baik, Jovi Oktaviansyah mengatakan, agenda soft launching Janji Baik tidak hanya buka bersama dan santunan anak Yatim saja. Akan tetapi juga dimeriahkan dengan permainan anak-anak, mendongeng bersama oleh Kak Iea dari Kampung dongeng Indonesia
dan ditutup dengan pertunjukan sains oleh Kak Yudi dari Sains Academy.
Terbentuknya nama Janji Baik mempunyai filosofi setiap orang yang berada didalamnya adalah orang-orang yang berjanji untuk menjadi lebih baik,
“Dari siswanya, donaturnya, relawannya, pengurusannya, dll. Mereka ini kami sebut dengan #SiBerjanjiBaik.” kata Jovi.
Janji Baik juga bertujuan untuk membantu keluarga pra-sejahtera meningkatkan kualitas hidupnya. Yakni, melalui program prioritasnya yaitu Sekolah gratis berbasis Teknologi dan Crowdfunding Platform.
“Janji Baik sendiri memiliki 3 prinsip utama yaitu Kepedulian, Digitalisasi, dan Pendidikan,” ujarnya.
Kemudian, CEO Janji Baik Nurul Jova Oktaviansyah menambahkan bahwa Pendidikan merupakan hak fundamental bagi setiap anak, oleh karena itu sesuai dengan Undang-undang RI Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 34 disebutkan bahwa Pemerintah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Namun pada kenyataannya masih banyak dijumpai anak-anak putus sekolah dikarenakan faktor ekonomi. Melihat hal tersebut melalui program Janji Baik kami berusaha membantu setiap anak Indonesia mendapatkan akses Pendidikan yang layak dan berkualitas.
Telah hampir tiga tahun kebelakang kita juga dihadapkan dengan Virus Covid-19 yang berdampak pada semua sektor. Tak bisa dipungkiri, bahwa sektor Pendidikan adalah sektor yang juga terdampak. Namun Covid-19 pun memaksa kita masuk pada tren digitalisasi pendidikan.
Salah satunya dengan pembelajaran Jarak jauh (Daring), Pendidikan bertransformasi menjadi lebih fleksibel dan dapat diakses dengan mudah sesuai dengan filosofi Belajar dapat dilakukan Kapanpun, Dimanapun dan dengan Siapapun.
Selanjutnya Kak Jova juga mengatakan Janji Baik basisnya adalah aktivitas sosial yang diprakarsai oleh beberapa anak muda yang memiliki kepedulian yang sama terhadap Pendidikan.
Oleh karena itu, Sekolah gratis Janji Baik ini nantinya juga berbasiskan Teknologi yang output warga belajarnya yaitu 1) Good Character (Sesuai dengan Permendikbud No. 24 Tahun 2016) dan 2) Creative, Analytical, dan Critical Thinking (Terampil dan siap menghadapi generasi emas 2045).
Kemudian untuk pengajarnya, kami mengadakan rekrutmen ‘Relawan terampil’, dimana mereka juga dibekali hak pelatihan mengajar serta dapat melakukan aktivitas mengajar melalui Platform Website dan Aplikasi Janji Baik.
“Harapannya Sekolah Janji Baik dapat didukung oleh masyarakat melalui platform Crowdfunding Janji Baik. Hal ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomer 4 dan 17 (Pendidikan Berkualitas dan Peran Partisipasi Kemitraan sebagai tujuan,” ujarnya.
Janji Baik sendiri memiliki Tagline yaitu Tempat Berkesempatan Baik menjadi pesan bahwa Janji Baik akan menjadi ruang dan wadah untuk setiap masyarakat Indonesia berbuat baik. (red)









