amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Lebak,- Debit air Sungai Ciberang yang pada awal tahun lalu menyebabkan bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak Kembali meluap. Akibatnya, satu jembatan darurat yang dibuat warga dari bambu dan kayu untuk menghubungkan akses jalan Desa Sukarame dengan Desa Sukajaya hancur lantaran tersapu banjir.
Menurut saksi mata, Koni menjelaskan, jembatan darurat tersebut hanyut sekira pukul 23:15 WIB pada saat air sedang meluap.
“Tadi kan air sekitar jam 10 malam mulai membengkak, naik, sekitar setengah dua belasan jembatan hanyut karna mungkin saking derasnya air,” kata warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Senin (27/1/2020).
Koni menambahkan, saat ini kondisi jembatan penghubung dua desa tersebut tidak dapat dilalui dikarenakan hancur terbawa arus banjir.
“Karena luapan air Ciberang, Jembatan tidak dapat lagi dilalui karena hancur terbawa air,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Toni, meluapnya debid air di sungai Ciberang tersebut diduga akibat tingginya curah hujan yang yang mengguyur wilayah tersebut.
“Tadi siang hujan deras, terus reda pas magrib itu, hujan lagi pas abis isya sampe sekarang masih hujan gerimis,” paparnya.
Beruntung, lanjut Koni, warga yang ada disekitar mengetahui kejadian tersebut, sehingga luapan air tersebut tidak menimbulkan korban
“Alhamdulillah tidak ada korban, karena emang kebetulan warga ada yang tahu, akhirnya bisa di inforasikan dari mulut ke mulut, dan aktifitas lalu lalang masyarakat yang hendak menyebrang bisa di stop terlebih dahulu,” ucapnya. (Arr)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…