amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Memasuki musim kemarau Sungai Ciujung kembali tercemar limbah industri. Air sungai menjadi hitam pekat, berminyak, dan menimbulkan bau menyengat.
Sekretaris Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa Hendra Saputra mengatakan, kondisi Sungai Ciujung yang menghitam itu sudah terjadi dua minggu terakhir ini. Kondisi itu selalu terulang setiap musim kemarau.
“Sudah dua minggu tercemar limbah industri. Pencemaran ini menimbulkan dampak ekonomi, sosial, dan kesehatan bagi masyarakat kami,” keluhnya.
Hendra mengatakan, pencemaran Sungai Ciujung berasal dari industri yang berada di wilayah Serang Timur. Selain debit air yang kecil di musim kemarau, juga terjadi pendangkalan di bagian hilir sungai. “Kami berharap pemerintah dapat menindak tegas pencemar lingkungan dan melakukan normalisasi di Sungai Ciujung,” ujarnya.
Seorang nelayan asal Kecamatan Tirtayasa Abdul Gani mengeluhkan pencemaran tersebut. Menurutnya, kondisi sungai yang tercemar itu membuat para nelayan merugi. “Nelayan kecil enggak bisa mencari ikan karena sungainya kena limbah, ikannya juga enggak ada,” katanya. (ars)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…