amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Tangsel | Pemerintah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) kembali mengaktifkan juru pemantau jentik (Jumantik) untuk mengatasi permasalahan demam berdarah (DBD) di Tangsel. Hal ini dilakukan menyusul tingginya penderita DBD sejak awal tahun 2020.
“Untuk menangani masalah ini, kami sudah melakukan fogging dan kembali mengaktifkan juru pemantau jentik (jumantik) di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan.
Benyamin Davnie mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, terdapat 87 pasien penderita DBD sejak awal Januari hingga saat ini. Jumlah ini hanya dari penderita yang di rawat di RSUD. “saat ini masih kita upayakan pendataan keseluruhan di rumah sakit yang ada di Tangsel, dan tentunya akan kita optimalkan penanganannya,” katanya.
Di bulan Januari terdapat 29 orang penderita DBD, dan dinyatakan sembuh setelah 5-7 hari perawatan. Penderita tidak hanya dari Tangsel saja, tetapi juga dari Gunung Sindur, Suradita dan Kebayoran Lama.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan drastis di bulan Februari. Tercatat 41 orang penderita baru, setelah penderita sebelumnya sembuh.
“Di bulan Maret ada 17 penderita, 4 sudah pulang, tinggal 13 yang masih dirawat dan semuanya merupakan warga Tangsel,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, dua pasien DBD meninggal dunia, masing-masing usia anak-anak dan dewasa.
“Keduanya meninggal karena ada penyakit penyerta, bukan hanya DBD, dan keduanya warga Tangsel,” terangnya.
Menurut Benyamin peningkatan ini terjadi karena faktor cuaca dan banjir yang terjadi di awal tahun. “Saat ini RSUD Tangsel telah menyiapkan kantong darah dan trombosit untuk suatu waktu diperlukan,” tutpnya.
(MI/FGY)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…