amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Tertibkan PKL & Parkir Liar, Adhika Dirgantara: Jangan Cuma Gertak Sambal!

BEKASI — Upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di sekitar Stasiun Bekasi mendapat sorotan tajam namun mendukung dari Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Adhika Dirgantara. Ia menilai langkah penertiban itu sudah berada di jalur yang benar, tetapi mengingatkan agar pemerintah tidak berhenti di tengah jalan.

“Jangan cuma gertak sambal. Harus ada pengawasan jangka panjang. Petugas harus standby setiap hari. Kalau enggak, pasti balik semrawut,” ujar Adhika dengan nada tegas, Selasa (24/6/2025).

Menurutnya, permasalahan PKL dan parkir liar bukan hanya soal tata kota, tapi soal keberanian menjaga ketertiban secara konsisten. Ia menekankan pentingnya kontrol lapangan, bukan hanya di hari pertama operasi. “Ketegasan pemerintah jangan cuma musiman. Ini Bekasi, bukan kota eksperimen,” tukasnya.

Perlu Ruang Aduan Warga
Tak hanya menyentil soal konsistensi petugas, Adhika juga melontarkan satu usulan konkret: dibentuknya ruang pengaduan warga. Menurutnya, warga seharusnya diberikan saluran resmi untuk melaporkan pelanggaran yang terjadi di lingkungan mereka, khususnya di titik-titik rawan seperti kawasan stasiun, pasar, dan pusat keramaian.

“Saya usul dibuat ruang pengaduan yang aktif. Kalau ada warga lihat pelanggaran, langsung bisa lapor, langsung ditindak,” tegasnya.

Ia menilai partisipasi masyarakat adalah kunci utama agar penataan kota berjalan efektif. Tanpa keterlibatan warga, semua kebijakan hanya akan jadi formalitas.

Warga Adalah Mitra, Bukan Penonton
Adhika menegaskan, dalam menjaga ketertiban, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat untuk menjadi mata dan telinga di lapangan. “Warga jangan cuma jadi penonton. Pemerintah harus ajak mereka jadi mitra,” ujarnya.

Ia pun mendorong Pemkot Bekasi untuk membangun sistem komunikasi dua arah dengan warga. Tidak cukup hanya mengumumkan kebijakan, tapi juga mendengar aspirasi dan keluhan secara langsung, apalagi menyangkut ruang publik.

Catatan Kritis Untuk Pemkot
Sebagai legislator di Komisi II yang membidangi perekonomian dan perizinan, Adhika mengaku mendukung penertiban, tetapi meminta agar kebijakan ini juga mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi dari para pedagang.

“Penataan jangan asal gusur. Harus ada relokasi, ada solusi yang jelas untuk PKL. Kalau tidak, ini hanya akan jadi lingkaran setan,” ujarnya.

Dengan semakin padatnya aktivitas di sekitar Stasiun Bekasi, ia menyebut kawasan tersebut sebagai “wajah urban Kota Bekasi” yang mencerminkan tingkat kedisiplinan sebuah kota metropolitan.

“Kalau Stasiunnya saja semrawut, apa kata dunia?” Adhika mengakhiri komentarnya dengan sindiran yang menyengat, tapi penuh harapan agar wajah Kota Bekasi bisa tertata lebih manusiawi.

Langkah konkret Adhika Dirgantara ini bisa jadi pemantik agar pengawasan tidak hanya berhenti di meja rapat atau saat media ramai meliput. Penataan kota butuh komitmen, bukan sekadar razia. Bekasi sedang tumbuh, dan pertumbuhannya harus diikuti dengan kedisiplinan bersama.

admin

Recent Posts

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

2 hari ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

3 hari ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

4 hari ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

3 minggu ago

Siap Hadirkan Kemewahan Bintang 5 di Pesisir Pantai, Mövenpick Resort Carita Resmi Dibuka

SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…

4 minggu ago

378 Jemaah Haji Kota Serang Resmi Dilepas, Tiga Orang Tunda Keberangkatan

SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…

1 bulan ago