amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Bekasi Darurat Rehabilitasi Anak, Ketua Komisi IV DPRD: “Sudah Saatnya Pemkot Bergerak Cepat!”

BEKASI — Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menyoroti serius kebutuhan mendesak akan keberadaan pusat rehabilitasi anak bagi korban maupun pelaku kekerasan seksual di wilayah Kota Bekasi. Desakan ini mencuat usai mencuatnya kasus pelecehan seksual yang melibatkan anak di bawah umur di Kecamatan Medan Satria.

Tragisnya, pelaku berinisial Y, masih duduk di bangku Sekolah Dasar, dan korbannya pun anak seusianya. Kasus ini menampar wajah Kota Bekasi yang belum memiliki satu pun fasilitas rehabilitasi khusus anak yang komprehensif.

“Harapan kami sebenarnya jelas: Kota Bekasi harus punya tempat rehabilitasi bagi anak-anak yang jadi korban dan pelaku. Sayangnya, sampai hari ini belum ada,” tegas Adelia

Bekasi Belum Siap, Bogor Jadi Tempat Lari

Menurut Adelia, selama ini kasus-kasus kekerasan anak di Kota Bekasi kerap dititipkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, karena minimnya fasilitas rehabilitasi lokal. Sementara itu, proses pemulihan yang seharusnya berkelanjutan justru terputus di tengah jalan.

“Pemulihan korban tidak bisa hanya formalitas. Anak-anak butuh pendampingan serius, terapi yang berkelanjutan, hingga mentalnya benar-benar pulih,” ujar politisi perempuan itu penuh tekanan.

Tak hanya itu, pelaku anak pun perlu pendekatan psikologis dan pembinaan. Sebab, dalam banyak kasus, anak pelaku juga korban dari pola asuh, trauma, atau lingkungan.

Rehabilitasi Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan

Adelia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi harus segera menyusun skema pembangunan pusat rehabilitasi anak yang terintegrasi. Ia bahkan menyebut pentingnya kehadiran psikiater forensik dan psikiater klinis anak sebagai bagian dari tim pemulihan profesional.

“Kita tidak bisa terus menutup mata. Rehabilitasi bukan pilihan, ini kebutuhan untuk menyelamatkan generasi Kota Bekasi. Kalau tidak, mata rantai kekerasan anak ini akan terus berulang,” tandasnya.

Gedung Pemerintah Kosong, Jangan Biarkan Menganggur!

Lebih lanjut, Adelia juga menyoroti sejumlah gedung pemerintahan yang tidak digunakan dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat rehabilitasi sementara. Menurutnya, kesigapan pemerintah harus diiringi dengan kreativitas dan kemauan kuat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak.

“Saya rasa gedung-gedung itu bisa digunakan. Daripada kosong tak bertuan, kenapa tidak kita ubah fungsinya untuk yang lebih manusiawi? Bekasi butuh solusi cepat, bukan janji,” kritik Adelia.

Pesan Tegas untuk Pemkot: Jangan Tunggu Ledakan Kasus Baru

Adelia menutup pernyataannya dengan pesan tegas: jangan tunggu ada korban berikutnya baru pemerintah bertindak. Ia menekankan bahwa anak-anak adalah investasi masa depan, dan tidak ada ruang untuk kelalaian dalam perlindungan terhadap mereka.

“Kita butuh sistem, bukan kasihan sesaat. Bangun pusat rehabilitasi anak sekarang, sebelum semuanya terlambat,” pungkasnya penuh tekanan.

admin

Recent Posts

Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus DPP-DPD KESTI TTKKDH di Kota Serang, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas

KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…

4 hari ago

Perawatan Rutin Pamsimas KKM Sehati, Warga Cikentrung Semakin Terjamin Akses Air Bersih

  PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…

1 minggu ago

KPI Independen, Adaptif, dan Berkeadilan, Meneguhkan UU, Mendorong Co-Regulation

Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…

3 minggu ago

Polsek Cadasari Bersama Petani Gelar Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…

4 minggu ago

Islah Bupati dan Wakil Bupati Lebak Disambut Positif, Golkar Optimis Pembangunan Makin Solid

LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…

4 minggu ago

Longsor TPST Bantargebang, Komisi I DPRD Kota Bekasi Desak Evaluasi Kerja Sama

Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…

2 bulan ago