amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

THB Cabor Futsal pada Porprov Banten Diprotes

SERANG – Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten, cabang olahraga (cabor) futsal mendapat protes keras dari peserta. Salah satunya Asosiasi Futsal Kota (AFK) Serang.

Ketua AFK Serang, Muhammad Arif Hamdi mengatakan, protes yang dimaksud adanya salah satu poin di Technical Handbook (THB) cabor futsal yang mencantumkan bahwa pelatih minimal memiliki sertifikat lisensi 1 AFC.

Menurut Arif, hal tersebut kurang pas. Pasalnya, Porprov sendiri tingkatannya provinsi. “Masa hajat provinsi lisensi pelatih harus AFC. Bila lisensi provinsi atau nasional lah masih masuk akal,” paparnya.

Ia menyampaikan, sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Umum Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten yang sekaligus Technical Delegate (TD) cabor futsal di Porprov VI Banten, Ashari. Yang bersangkutan menjelaskan bahwa mengikuti aturan di Porprov V Banten tahun 2018 lalu.

“Kebetulan saya di Porprov V Banten menjabat sebagai manajer futsal Kota Serang dan tidak ada peraturan itu. Saya pun pegang THB futsal 2018,” ucapnya.

Lalu dari hasil obrolan dengan TD bahwa usulan pelatih 1 AFC juga datang dari beberapa pengurus AFP Banten.

“Saya minta keputusan ini ditinjau ulang, karena tidak semua kabupaten dan kota di Banten memiliki pelatih berlisensi 1 AFC. Pun pelaksanaan tinggal hitungan bulan, kasihan daerah yang telah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Exco AFK Pandeglang, Vanes Irwan. Menurutnya, lisensi nasional harusnya cukup, dari tujuan Porprov untuk menjaring atlet potensial bukan pelatih potensial.

“Kita ini pengembangan untuk mencari bakat atlit dan pelatih bukan menanggani klub profesional,” jabarnya.

Menanggapi hal itu, Sekum AFP Banten, Ashari menerangkan alasan ada ketentuan 1 AFC untuk pelatih memang dari beberapa masukan.

“Mengacu dengan daerah lain seperti Jawa Barat (Jabar) yang sudah demikian dan peraturan Porprov sebelumnya,” terangnya.

Hanya saja, karena banyak protes yang dilayangkan tak hanya AFK Serang ada dari Pandeglang, Lebak, Kabupaten Serang maka akan berkomunikasi dengan tuan rumah yaitu Kota Tangerang.

“Nanti ada rapat TD kedua, Insya Allah disampaikan dan mudah-mudahan ada solusi. Salah satu yang akan saya tawarkan adalah membuat surat penyataaan bahwa tidak masalah terkait lisensi pelatih,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Porprov VI Banten cabor futsal, Muhammad Habil Saputra menuturkan, membuat aturan tersebut sudah lama dan mengacu pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tujuannya meningkatkan mutu pelatih.

“Lagipula, pelatih bisa dari mana saja. Tidak hanya dari daerah yang bersangkutan. Supaya pelatih di sana pun terpacu dan termotivasi untuk mengupgrade dirinya,” tuturnya.

Hanya saja, bila banyak protes, akan dikoordinasikan dengan TD. “Apakah di revisi atau diubah,” pungkasnya. (red)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

4 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

4 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

4 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

4 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

4 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

4 bulan ago