Tolak Pemudik dari Tangerang, 7 Pos Penyekatan Disiapkan di Kota Serang

SERANG – Pemkot Serang mendukung kebijakan larangan mudik di tahun ini termasuk dari Tangerang Raya. Pemkot Serang bersama unsur TNI-Polri pun sudah menyiapkan tujuh pos penyekatan para pemudik.
“Kami mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait dengan larangan mudik di hari raya idul fitri tanggal 6 sampai 17 baik PNS maupun warga kota serang itu dilarang mudik,” kata Walikota Serang Syafrudin saat ditemui usai Rapat bersama Forkopimda di Pemkot Serang, Selasa (4/5/2021)
Ia menjelaskan, selain melarang warga yang hendak mudik dari luar provinsi Banten, pihaknya juga melarang warga dari tanggerang raya yang ingin mudik ke kota Serang. “Kemudian pergerakan masyarakat dalam wilayah banten dari tangerang tidak boleh masuk ke serang begitu pun sebaliknya. Namun untuk cilegon, lebak, pandeglang itu masih boleh,” jelasnya.
Sementara itu, untuk ASN sendiri, pihaknya melarang keras mereka untuk mudik. Menurutnya apabila ada yang melaksanakan diri untuk mudik, pihaknya telah menyiapkan sangsi sesuai dengan aturan yang ada. “Larangan asn mudik sudah ada himbauannya, kalau ada yang ketahuan mudik ada konsekwensinya. Sangsi sesuai dengan aturan undang-undang yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin mengatakan, untuk mengantisipasi ASN yang mudik, pihaknya akan memberlakukan absensi share lok bagi seluruh ASN di lingkup Pemkot Serang. “Mereka nanti harus share lok masing-masing OPD, nanti mengabsen ke masing-masing ASN nya nanti share lok ada dimana. Kalau masih ada di sekitar serang Raya ya boleh lah, tapi kalau nyebrang ke tanggerang raya kena sangsi,” tandasnya.
Kepala Satpol PP Kota Serang, Khusna Ramdhani mengatakan, akan ada tujuh posko yang akan disiapkan oleh pemkot Serang untuk menyekat pemudik dari luar daerah. “Untuk posko ada di serang barat, serang timur, alun-alun, rest area, KSB dan di Palima. Totalnya ada 7 titik,” katanya.
Khusna mengatakan, nantinya akan ada 8 sampai dengan 10 orang personel yang bertugas di setiap poskonya yang terdiri dari satgas covid, dishub, TNI, polri, pol PP, dinkes dan BPBD. “Petugas yang diturunkan sekitar 200 orang dari 7 titik itu. Di tiap poskonya ada 2 dari pol PP, 3 dari dishub, 2,TNI 2 polri, ada sekitar 8 sampai 10 orang lah. Nanti dinkes menyiapkan juga SWAB anti gen disitu,” jelasnya. (Arr)









