Tuntaskan Persoalan Rutilahu, Tatu Masih Terus Konsen Mencari Bantuan Anggaran

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dimasa kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah – Pandji Tirtayasa terus berkomitmen menuntaskan persoalan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Terbukti yang semula diawal kepemimpinannya rutilahu di Kab. Serang terdapat sekitar 13.000 lebih, kini diakhir masa jabatannya tersisa sedikit lagi yaitu sekitar 4000 unit.
Kepala Bidang Perumahan dan Gedung Pemerintahan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang, Tony Kristiawan mengatakan, hingga saat ini bantuan untuk masyarakat miskin, dalam hal ini pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat masih terus berjalan. Berbagai bantuan anggaran masih terus mengalir baik dari APBD Kabupaten Serang, APBD Provinsi, APBN ataupun CSR.
Tony menuturkan, pada tahun 2020 ini bantuan rutilahu dari APBD Kab. Serang ada sebanyak 925 unit, dari APBN sekitar 1.050 lebih. Sedangkan dari APBD Provinsi tahun ini untuk sementara anggarannya terkena refocusing.
“Rencananya kan Pemkab Serang akan dibantu 100 unit. Kemarin info 1 bulan yang lalu dari tim teknis Provinsi Banten memberitahu kami bahwa anggaran penanganan RTLH terkena refocussing,” katanya.
Namun kata Tony pihaknya tetap semangat memberikan bantuan terhadap masyarakat tidak mampu. Hal ini sejalan dengan program Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang ingin menuntaskan persoalan rutilahu.
“2016 itu kira kira ada sekitar 13.000 lebih, sekarang tersisa sekitar 4000 unit. Tapi ibu (Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah) terus terusan konsen mikirin gimana caranya dapet anggaran untuk penuntasan RTLH,” imbuhnya. (Imat)









