Udara Kecamatan Anyar Tercemar Industri

SERANG – Masyarakat Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang mengeluhkan soal pencemaran udara dari salah satu perusahaan di wilayah Kota Cilegon. Pencemaran udara itu semakin meluas saat terjadinya hujan.
Saat hujan mengguyur wilayah Kecamatan Anyar, air hujan berubah menjadi hitam pekat dan berminyak. Air hujan berwarna hitam itu mengotori lingkungan pemukiman warga dan menyebabkan hasil tangkap ikan menurun.
Anggota DPRD Kabupaten Serang asal Kecamatan Anyar Suja’i A Sayuti mengatakan, banyak warga yang mengeluhkan soal kejadian itu. Warga menduga kejadian itu bersumber dari cerobong asap PT Chandra Asri Petrochemical di wilayah Kota Cilegon.
Ia mengatakan, selain mengotori pemukiman warga, asap dari cerobong pabrik itu juga terbawa hingga ke laut. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan menurun drastis. “Ini jelas sangat merugikan masyarakat kami,” ujarnya.
Dikatakan Suja’i, masyarakat Kecamatan Anyar hanya terkena imbas limbahnya saja. Sementara, kontribusi perusahaan lebih banyak ke wilayah Kota Cilegon. “Sementara untuk masyarakat kami tidak ada kontribusinya sama sekali,” ucapnya.
Politikus Partai Gerindra ini berharap pemerintah daerah dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut. Supaya, pencemaran tidak semakin meluas. “Kita sudah pernah laporkan ke DLH provinsi tapi belum ada perubahan,” ujarnya.






