Waduh, Pedagang Sayur di Pasar Rau Rugi Besar

Serang,- Pendapatan para pedagang di pasar induk Rau mengalami penurunan yang sangat drastis semenjak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Serang. Penurunan pendapatan pedagang mencapai 90 persen.
Salah satu pedangan Sayuran, Aminah (45) mengatakan, terhitung sejak Senin yang lalu, jumah masyarakat yang berbelanja di tokonya turun derastis. “Pasokannya mah banyak cuman orang yang belinya yang ga ada. Hari ini belum ada yang belanja,” katanya saat diwawancarai di kawasan Pasar Indu Rau, Kota Serang, Kamis (17/09/20).
Aminah mengatakan, seminggu yang lalu kondisi jual beli di Pasar Induk Rau sudah mulai berangsur membaik. Namun ketika PSBB diberlakukan, penjualan berkurang hingga 90 persen. “Sebelum ada PSBB masih lumayan karena yang hajat pun udah mulai dibolehkan lagi kan, cuman pas ada PSBB ini makin parah,” ungkapnya.
Padahal, lanjut Aminah, barang-barang yang ia jual tidak sanggup untuk bertahan lama jika sampai tidak terjual. “Kuat paling lama satu minggu, cuman bagusnya 3 hari,” katanya.
Aminah menduga, sepinya pasar Rau dikarenakan masyarakat merasa takut karena adanya pesan berantai yang menyebutkan akan adanya razia ketika PSBB diberlakukan. Ia berharap, agar kondisi perekonomian di kota Serang bisa kembali normal dan masyarakat bisa kembali beraktifitas dengan normal. “Karena ada isu ada razia itu orang pada ketakutan. Pengennya sih rame lagi, harga stabil,” pungkasnya. (Arr)






