amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Warga Kota Serang diminta untuk tidak memberikan uang kepada pengemis, anak jalanan, dan manusia silver (Mansil). Itu seiring dengan menjamurnya manusia silver di Kota Serang.
Kastpol PP Kota Serang Khusna Ramdhani mengatakan, pihaknya sering sekali melakukan upaya penertiban untuk memberikan efek jera kepada Mansil, anjal dan juga pengemis. Namun sering kali mereka tidak kapok dan justru kembali lagi ke jalanan.
“Kemarin kita penertiban Mansil, ada 5 orang yang terjaring, kita bawa ke mako (markas komando) kita kasih arahan dan sangsi sosial, kadang jam 10 malam baru kita keluarkan. Besoknya kembali lagi mereka, harusnya dengan ada pembinaan dari pihak dinas mungkin ada pembinaan keterampilannya,” katanya, Kamis (4/3/2021)
Khusna mengaku, telah melakukan upaya yanng maksimal untuk mencegah mereka kembali ke jalanan. Salah satunya dengan mendirikan posko-posko di setiap lampu merah yang ada di jalan protokol. “Ada 5 titik di masing-masing perempatan mulai dari tugu selamat datang sampai ke alun-alun ada. Tiap pagi dan sore ada dua orang yang menjaga,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan patroli dengan mobil Pol PP untuk menjaring manusia silver yang beroprasi di lampu merah yang tidak dijaga oleh petugas.
“Mereka akhirnya pindah ke warjok dan pojok-pojok ke boru. Tapi solusinya ada anggota yang menggunakan mobil patroli yang mutar. Cuman masalahnya, baru kita datang mereka sudah lari, kita tunggu satu sampai dua jam mereka ta kembali tapi pas ditinggal mereka balik lagi. Seperti itu lah,” jelasnya.
Untuk memberikan efek jera, Lanjut Khusna, Ia meminta kepada seluruh masyarakat yang melintas agar tidak memberikan uang, baik kepada manusia silver, anjal maupun pengemis.
“Bukan melarang sodakoh. Kan ada tempatnya kalau mau sodakoh. Ada Badan Amil Zakat (BAZ), mesjid ada yayasan yatim piatu, kan sama aja. Mungkin kan dengan tidak adanya pendapatan selama 3 hari mereka bisa berubah juga,” pungkasnya. (Arr)
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…
Kota Bekasi — DPRD Kota Bekasi memastikan akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan penyertaan modal pemerintah…