amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,– Meskipun Kota Serang merupakan Ibukota Provinsi Banten, akan tetapi masih banyak warganya yang belum punya jamban. Paling banyak, berada di Kecamatan Kasemen dan Taktakan.
Walikota Serang Syafrudin mengatakan, Kecamatan Kesemen merupakan wilayah paling banyak kepala keluarga (KK) yang tidak memiliki jamban. Bahkan Kasemen beberapa kali mendapat bantuan pembangunan jamban keluarga selain dari Pemkot Serang.
“Pernah ada bantuan juga dari Ibu Presiden 5.000 (jamban-red) tahun kemarin ya. Kemudian dari kami juga DPKP (Dinas Perumahan dan Kawasan dan Perkiman) itu setiap tahun di program untuk bisa memberikan bantuan kepada masyarakat, bahkan tahun 2021 ada di 2022 juga ada,” katanya, Kamis (29/9/2021).
Meski begitu, tingkat kesadaran masyarakat masih minim, hal ini dibuktikan dengan kemampuan masyarakat dalam membangun rumah, sementara jambannya tidak dibuat karena dekat dengan kali. “Hanya memang sebenarnya jamban ini tergantung kesadaran masyarakat. Sebenarnya mampu untuk membuat jamban gitu ya, membuat rumah saja mampu masa membuat jamban tidak mampu. Karena memang rumahnya dekat kali jadi buang airnya akhirnya di kali,” ujarnya.
Maka dari itu, pihaknya melalui DPKP telah memprogramkan pembangunan jamban keluarga setiap tahunnya, dan dikhususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. “Program ini tidak untuk keseluruhan karena sebenarnya bukan orang tidak mampu, yang mampu tidak harus dibantu, karena rumahnya bagus masa kita bantu jambannya,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…