amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
BERITA

Warga Kota Serang Banyak Menikah di Usia Dini

SERANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang menyarankan kepada masyarakat agar menghindari pernikahan dini. Sebab banyak dampak buruk yang kemungkinan akan terjadi pada pernikahan di bawah 18 tahun.

Kepala DP3AKB Kota Serang, Toyalis mengungkapkan, banyak masyarakat Kota Serang yang menikah di bawah usia. Yakni batas minimal 18 tahun untuk perempuan, dan 25 tahun untuk laki-laki. Namun sayangnya ia tidak memiliki angka ril pernikahan usia dini tersebut.

“Untuk data tahun ini belum ada, tapi memang itu banyak terjadi terutama di daerah-daerah pelosok yang kurang mendapat sosialisasi,” katanya kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Ia menuturkan, seharusnya tahun ini pihaknya sudah bergerak untuk mendata warga Kota Serang yang telah menikah di usia dini. Namun sayangnya kondisi Pandemi Covid-19 memaksa untuk mengulur waktu perihal pendataan. “Sekarang lagi kondisi Covid-19 jadi mobilitasnya kurang, apalagi dengan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),” terangnya.

Imbauan tersebut diberikan bukan tanpa sebab, pasangan muda mudi yang memaksa menikah di bawah usia minimal memiliki dampak resiko paling besar. “Sebagaimana yang kita ketahui, pernikahan dini akan memiliki banyak dampak, makanya lebih disarankan untuk menikah di usia batas minimal,” ujarnya.

Toyalis menjelaskan, salah satunya yakni menjadi penyumbang angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Sebab di usia dini sistem reproduksi masih begitu sempurna. “Misalkan panggul itu siap di usia 21, jadi bayi sudah bisa keluar sempurna, dan dapat melahirkan secara normal,” tuturnya.

Tak hanya itu, pernikahan dini juga dikhawatirkan dapat menimbulkan perceraian. Sebab secara mental dianggap belum begitu kuat, padahal pernikahan merupakan satu komitmen untuk bersama, dan saling menjaga antara satu pasangan. “Karena secara mental belum matang, kalau laki-laki umur dibawah 25 tahun itu sudah mapan atau belum pasti belum, malah emosi yang ada,” jelasnya.

Toyalis mengaku, belum mengetahui secara pasti faktor penyebab banyaknya yang menikah di usia dini. Namun menurutnya dalam beberapa kasus terjadi karena permintaan orang tuanya. “Kadang-kadang memang seperti itu. Tapi saya belum tahu pasti,” katanya.

Meski demikian, pihaknya akan terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pernikahan. Sehingga ke depan bisa menciptakan kesejahteraan keluarganya masing-masing. “Penyuluhan sudah banyak kita lakukan, kota juga sering berikan saran kepada masyarakat yang menikah, untuk baiknya seperti apa, jadi terciptakan kesejahteraan keluarga,” paparnya. (Arr)

admin

Recent Posts

Matangkan Persiapan Jelang Asah Terampil Nasional, Kontingen KTNA Banten Bidik Prestasi Terbaik untuk Tanah Jawara

SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…

3 bulan ago

Lepas Kontingen KTNA ke Gorontalo, Gubernur Andra Soni: Bawa Pulang Prestasi dan Terapkan Ilmu untuk Kemajuan Pertanian Banten

SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…

3 bulan ago

Pandeglang Dominasi Kontingen Banten di PENAS XVII Gorontalo, Pemda Beri Dukungan Penuh

Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…

3 bulan ago

Tanpa Laporan Polisi, Korban Bersama Rekannya Berhasil Amankan Terduga Curanmor

PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…

3 bulan ago

Saat Harga Kebutuhan Pokok Meningkat, 410 KPM di Kelurahan Pandeglang Terima Beras Bulog dan Minyak Goreng

Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…

3 bulan ago

Pemasangan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang No 3 Timbulkan Kemacetan Hingga 1 Kilometer

PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…

4 bulan ago