amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang, – Warga yang tinggal di kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen menolak rencana Pemkot Serang menjadikan Rusunawa Margaluyu menjadi Rumah Singgah atau tempat isolasi pasien Covid-19. Warga merasa khawatir akan tertular dari pasien yang dirawat.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, warga sempat melakukan aksi unjukrasa kepada petugas kesehatan yang sedang mengontrol kondisi Rusunawa pada hari kamis (12/11) malam.
“Iya mau ditempati (pasien) corona katanya, tapi warganya pada nggak mau. Pada demo malam jumat. Yang datang orang dari Puskesmas,” katanya, Sabtu (14/11/20).
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil kesepakatan, warga akan protes besar-besaran jika Pemkot Serang ngotot rusunawa tetap dipaksakan menjadi tempat isolasi. Menurutnya, hal itu dilakukan demi keselamatan atau kesehatan warga Margaluyu.
Menurutnya, penolakan tersebut disuarakan lantaran warga khawatir pasien yang dirawat akan menularkan virus. “Sebelumnya ada (pemberitahuan) dari RT, kemudian konfirmasi ke warga, warganya nggak mau (menolak). Alasannya dekat sama pemukiman warga. Kalau di Jakarta ngerti cuci tangah, kalau di kampung susah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia berharap agar aspirasi penolakan warga tentang kebijakan rusunawa jadi tempat isolasi dapat di indahkan oleh Wali Kota Serang Syafrudin sebagai pemangku kebijakan. “Harapannya warga jangan ditempati pasien corona. Dekat sekali sama warga. Gedung yang dekat pemukiman, bukan yang sebelah selatan,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…