30 SMP Swasta di Kota Serang Terancam Tutup, Ini Alasannya

SERANG,- Dari total 51 Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota Serang, 30 SMP di antaranya terancam tutup. Itu lantaran sedikitnya peminat.
Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta (FOKKS) Kota Serang, Deni Gumelar Nasihin mengatakan, dari total 51 SMP Swasta yang ada di Kota Serang, 30 diantaranya terancam gulung tikar lantaran sepinya peminat.
“Intinya kami sekolah swasta juga harus hidup, karena ada 30 sekolah swasta yang terancam tutup,” katanya saat ditemui di DPRD Kota Serang, Senin (21/06/2021)
Menurutnya, sepinya peminat sekolah swasta dikarenakan SMP Negeri yang tidak menjalankan Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang jumlah siswa dalam satu rombel yang tidak boleh melebihi 32 siswa.
“Ada 23 sekolah negeri yang offerload, maka ini harus segera dihentikan, supaya sekolah swasta di kota serang sebagai etalase pendidikan juga terus hidup dan ikut mencerdaskan kehidupan masyarakat. Ini sudah bertahun-tahun, baru ini kita bersuara, karena kalau kami tidak bersuara mungkin 30 sekolah ini tutup. Ini karena banyak sekali broker yang menitip,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kondisi sekolah swasta saat ini sangat lah miris, menurutnya dalam satu rombel di sekolah swasta, tidak lebih dari 20 siswa. “Sekarang ini kondisinya sangat miris sekali, di swasta per rombel nya paling banyak hanya 20 siswa, kontras negri dan swasta,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pada tahun ini sudah ada 5 sekolah yang swasta yang tutup. Yakni, SMP Nurul Maarif, SMP Yasmu, SMP 17 1, SMP 17 2, dan SMP PGRI curug. Untuk itu ia berharap agar pemerintah benar-benar melakukan pengawasan pada proses PPDB online yang dilaksanakan.
“Harapannya betul-betul ditegakan dan komitmen dengan surat pernyataan yang sudah di tandatangani itu,” tandasnya. (Arr)









