34.992 Benih Lobster Ilegal Diamankan

SERANG,– Penjualan 34.992 benih lobster yang tak berizin di Kampung Gempol, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, berhasil diamankan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten. Dalam pengungkapan kasus itu, satu orang tersangka berinisial YH (38) berhasil dibekuk petugas.
Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Joko Sumarno mengatakan bahwa tersangka YH (38) merupakan warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah. Di rumahnya ditemukan adanya usaha perikanan dibidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengolahan, dan pemasaran ikan yang tidak berizin.
“Dari pelaku ini kita berhasil mengamankan 34.992 ekor benih lobster, terdiri dari 34.772 ekor benih lobster jenis pasir dan 220 ekor benih lobster jenis mutiara,” katanya, Jumat (7/5).
Joko menambahkan, dalam melakukan penjualan benih lobster, YH tidak mengantongi izin sesuai dengan undang-undang yang berlaku yaitu pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan yang telah diubah dengan UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU RI No.31 Tahun 2004.
“Total nilai Lobster Rp3,5 miliar, dan tersangka diancam hukuman penjara paling lama 8 tahun, dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,” tambahnya.
Joko mengungkapkan penjualan benih lobster harus mendapat lisensi dan mendapat izin dari kementerian, serta hal-hal yang berkaitan. “Modusnya mencari keuntungan,” ungkapnya.
Selain mengamankan ribuan lobster, Joko menegaskan, pihaknya juga mengamankan 2 buah tabung oksigen, 45 buah toples plastik, 1 unit mesin Aerator merek Resun, 1 buah buki catatan, 1 unit HP Samsung Lipat merek GT-E1272, 3 buah piring, 3 buah box stereofoam, 1 buah kardus, dan 1 buah plastik hitam besar. “Kita juga berkoordinasi dengan pusat Karantina Ikan,” tegasnya.(red)









