Komisi IV DPRD Bekasi Kuliti LKPJ Disparbud 2024, Warisan Budaya & Daya Tarik Wisata Jadi Sorotan!

BEKASI – Gedung DPRD Kota Bekasi mendadak jadi pusat perhatian. Komisi IV menggelar pembahasan panas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tahun Anggaran 2024.
Rapat itu berlangsung serius tapi tetap bersahabat—dengan sorotan tajam pada kinerja instansi yang mengurusi “wajah dan jiwa” Kota Bekasi.
Dipimpin langsung Ketua Komisi IV Adelia, S.H., M.M., didampingi Wakil Ketua Wildan Fathurrahman, S.Kep.Ns., rapat diwarnai dinamika diskusi dari lintas fraksi. Hadir lengkap para legislator dari PKS, PDIP, Golkar Solidaritas, Gerindra Demokrat, PKB, hingga PAN Pembangunan. Dari pihak Pemkot, Kepala Disparbud Dr. Arief Maulana, S.T., M.M. turun langsung bersama jajaran.
Komisi IV tak main-main. Evaluasi terhadap program pelestarian budaya, pengembangan wisata lokal, dan kontribusi ekonomi jadi menu utama. Beberapa anggota bahkan menyoroti pentingnya “branding” wisata Bekasi agar tak terus-terusan jadi “tempat lewat” saja.
“Bekasi punya banyak potensi, tapi butuh keberanian untuk menampilkan identitas budaya yang kuat. Kita tidak ingin sekadar jadi pelengkap Jakarta,” tegas H. Bambang Purwanto (PKS).
Komisi IV juga mengapresiasi langkah-langkah kreatif yang telah dijalankan, mulai dari revitalisasi situs sejarah, gelaran event budaya, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Namun mereka tak lupa menyodorkan kritik membangun, termasuk soal efektivitas anggaran dan keberlanjutan program.
“LKPJ ini bukan formalitas. Ini cermin dari tanggung jawab Disparbud terhadap kemajuan peradaban lokal. Kesenian, kuliner, sejarah—semua harus kita jaga,” kata Tanti Herawati (Golkar Solidaritas).
Kesimpulannya? Komisi IV siap pasang badan. Rekomendasi dari hasil pembahasan ini akan dirumuskan sebagai pendorong perbaikan layanan dan peningkatan kualitas program Disparbud ke depan.
“Kami ingin pariwisata Bekasi naik kelas. Dan budaya kita bukan sekadar tontonan, tapi jadi tuntunan,” tutup Adelia dengan gaya khasnya.
Bekasi, bersiaplah! Disparbud diawasi, dibina, dan didorong untuk bekerja lebih keras demi kejayaan wisata dan kebudayaan di kota patriot ini.









