Keren, Siswa Tuna Rungu di Kota Serang Modifikasi Motor Bekas Jadi Custom

SERANG,- Dua siswa Sekolah Khusus (SKH) Negeri 2 Kota Serang yakni Sodikin dan Edo berhasil memodifikasi motor bekas honda mega pro menjadi motor Custom yang menarik dan bernilai tinggi. Mereka berhasil memodifikasi dalam waktu yang cukup singkat yakni tiga bulan dan dilakukan di luar jam pelajaran.
Diketahui, keduanya merupakan penyandang tuna rungu asal Kota Serang yang dikenal cukup cerdas dan memiliki banyak prestasi baik di tingkat lokal maupun nasional.
Mentor Pengerjaan Modivikasi, Iip Mualap mengatakan, jika semula target pengerjaan modivikasi motor sendiri ialah selama 4 bulan. Namun terket itupun dipercepat menjadi tiga bulan.
“Semestinya ini 4 bulan, kita percepat. Alhamdulilah dalam waktu tiga bulan sudah selesai,” katanya saat ditemui di SKH Negeri 2 Kota Serang usai launcing hasil karya murdinya, Selasa (7/9/2021).
Ia menjelaskan, pembuatan sendiri murni dilakukan oleh kedua siswa dan tanpa campur tangan dari builder-builder, baik dari pembuatan rangka motor hingga pengecetan dilakukan oleh mereka berdua.
“Hampir 75 persen itu dibuat. Jenis motor sebelumnya mega pro, yang aslinya di ambil dari mega pronya itu hanya mesin dan batangan, sisanya itu custom kecuali kabel dan roda itu kita beli,” jelasnya
Menurutnya, keputusan untuk memodifikasi sendiri dilakukan lantaran pada beberapa tahun terakhir custom motor telah menjadi tren bagi komunitas-komunitas yang ada di indonesia. Selain itu juga kemampuannya juga sangat dicari oleh orang-orang.
“Bila siswa di sekolah lain sudah bisa mengganti oli, maka di kita harus lebih lagi, seperti custom motor ini lah. Harganya aja yang ori ini itu di honda sampai 85 juta, ini tipe honda gorila, yang berdiri,” pungkasnya.
Kepala SKH Negeri 2 Kota Serang, Nani Wiratni mengatakan jika kegiatan modifikasi motor sendiri dilakukan di luar jam pembelajaran di sekolah. “Mulanya pihak sekolah ditawari oleh deler honda terkait projek otomotif, ternyata ada siswa yang berminat di bidang otomotif,” jelasnya.
Untuk biaya pembuatan sendiri, lanjut Nani, menghabiskan kurang lebih sebesar 30 juta rupiah. “Ini rencananya akan kita jual, harganya ya kisaran 80 juta rupiah,” jelasnya.
Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin mengapresiasi akan inofasi yang telah dilakukan oleh para siswa. Ia berharap agar hal itu dapat diikuti oleh siswa lain dan mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi Banten.
“Pemerintah Provinsi Banten harus ikut andil unutk mengembangkan inofasi yang dilakukan oleh siswa agar dapat menciptakan inofasi-inofasi yang lebih baik dan baru,” pungkasnya. (Arr)







