DBMSDA Kabupaten Tangerang Bentuk Unit Reaksi Cepat, Tangani Jalan Berlubang dan Genangan Air

TIGARAKSA,-Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang membentuk Unit Reaksi Cepat (URC). Unit itu untuk menanggulangi laporan atau pengaduan masyarakat terkait jalan berlubang dan genangan air atau banjir.
Kehadiran URC ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tangerang di 29 kecamatan.
“Kami telah membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) dari 17 UPT DBMSDA Kabupaten Tangerang. Ini untuk menjawab berbagai pengaduan masyarakat terkait jalan berlubang melalui 8 UPT Jalan dan Jembatan,” ungkap Slamet Budhi Mulyanto selaku Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang.

Slamet Budhi yang juga didampingi oleh Sekretaris DBMSDA Kabupaten Tangerang Muchamad Solehudin mengatakan, tim URC juga terdiri dari 8 UPT Sumber Daya Air (SDA) yang menanggulangi titik-titik genangan banjir. “Untuk kesiapan armadanya itu ada dari UPT Workshp dengan armada alat-alat beratnya,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, UPT menghandel semua bentuk laporan masyarakat melalui Span Lapor dan pengaduan masyarakat ke Bupati Tangerang. “UPT itu masing-masing melayani 3 sampai 4 kecamatan. Seperti UPT 1 yang melayani Kecamatan Cisauk, Legok, Kelapa Dua dan Pagedangan,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menginformasikan bahwa DBMSDA Kabupaten Tangerang mengalokasikan belanja modal untuk kegiatan fisik tahun ini cukup besar, untuk peningkatan infrastruktur di wilayah Kabupaten Tangerang. Untuk bidang jalan dan jembatan anggaran yang dikucurkan Rp238 miliar dan anggaran pengelolaan SDA Rp115 miliar.
“Total Belanja Modal untuk kegiatan fisik jalan dan jembatan Rp238 miliar dan pengelolaan SDA Rp115 miliar,” ujarnya.
Lanjut Slamet Budhi, di bidang jalan dan jembatan ada 27 kegiatan yang ditenderkan. Sedangkan di bidang SDA ada 15 kegiatan yang ditenderkan. Bahkan dia memastikan untuk perencanaan kegiatan sudah siap dan tinggal menempuh proses tender.
“Pada tahun ini DBMSDA tetap mengerjakan kegiatan skala prioritas yang ditenderkan. Selain itu, ada juga 300 kegiatan penunjukan langsung (PL)” imbuhnya.
Salah satu proyek prestisius tahun ini, yang juga masuk dalam program unggulan pengentasan kemacetan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, yakni pembuatan Fly Over Cisauk. Anggaran proyek multiyears ini mencapai Rp110 miliar.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Slamet Budhi Mulyanto mengatakan, ada dua mega proyek yang bakal dilaksanakan tahun ini, yaitu pembangunan Fly Over Cisauk dan Underpass Bitung. Menurutnya, kedua proyek ini masuk ke dalam RPJMD Kabupaten Tangerang 2018-2023, maka pembangunannya sudah harus segera dilaksanakan.
“Dinas Bina Marga di tahun 2022 ini, juga melaksanakan proyek prestisius berupa pembangunan Fly Over Cisauk untuk mengurai kemacetan di dua lokasi tersebut. Total anggaran untuk Fly Over Cisauk karena masuk proyek Multiyears, jadi di tahun 2022 dianggarkan Rp50 miliar, dan di tahun 2023 dianggarkan Rp60 miliar, jadi total keseluruhan Rp110 miliar,” jelasnya.
Lanjut Slamet Budhi, untuk panjang Fly Over Cisauk sekitar 525 meter dan lebar 23 meter dengan dua jalur. “Semoga proses pembangunannya lancar dan hasilnya bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya. (adv)









