Omnibus Law dan Evaluasi Citra DPR

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah salah satu lembaga tinggi negara dalam system ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat.
DPR salah satu lembaga yang dipilih oleh rakyat dengan cara pemilihan umum atau biasa disebut dengan kata Pemilu, DPR juga di ketuai oleh Puan Maharani pada tahun 2019. Secara khusus salah satu tugas DPR yaitu menyusun dan membahas rancangan Undang-Undang (UU), dan menetapkan UU bersama presiden.
Kami melihat kinerja DPR saat ini semakin menurun dan kurang bermasyarakat karena adanya keegoisan dalam diri anggota DPR tersebut, dan saat ini DPR juga kurang mendengar aspirasi rakyat. Padahal Indonesia adalah negara demokrasi (bebas berpendapat) tapi nyata nya banyak rakyat yang tidak di perhatikan dalam berpendapat.
Ada beberapa kasus terjadi belakangan ini dimana DPR tidak melaksanakan tugas nya dengan baik, yaitu dalam pembahasan undang-undang Omnibuslaw (UU cipta kerja).
Kenapa Undang-Undang Omnibuslaw banyak sekali respon negative dan pertentangan dari masyarakat? Karena UU tersebut dianggap banyak merugikan hak-hak pekerja serta berpotensi meningkatkan deforestasi di Indonesia.
Tujuan dibentuknya Undang-Undang Omnibuslaw yaitu untuk meningkatkan ekosistem investasi, kemudahan berusaha, meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para pekerja, serta investasi pemerintah pusat dan percepatan proyek strategis nasional.
Disisi yang lain, Undang-Undang Omnibuslaw juga memiliki dampak bagi para buruh, di antaranya, penghapusan upah minium, pesangon, jaminan sosial, sanki pidana bagi pengusaha, peluasaan jenis pekerjaan yang bisa di outsourcing, hingga masuknya TKA unskill.
Menurut kami, tugas DPR dalam masyarakat kurang berjalan dengan baik, karena DPR selalu mementingkan kesenangan pribadi saja tanpa melihat apakah rakyat nya mampu untuk mengikuti aturan yang sudah di buat atau tidak.
Selain itu, banyak sekali oknum DPR yang suka memakan uang rakyat dengan berdalih kekuasaan. Sesuai dengan lagu Iwan Fals yang berjudul “wakil Rakyat”. Yang dimana secara tidak langsung dalam lagu itu membahas tentang DPR terhadap kinerja nya yang kurang baik.
Harapan kami ke depan, semoga DPR bisa memperbaiki kinerja nya dengan baik, karena mereka dipilih oleh rakyat. Walaupun rakyat itu sendiri tidak tahu sosok sebenarnya yang sudah dipilih.
Rakyat juga memilih dengan aturan yang telah ditetapkan dengan harapan dapat mewakili aspirasi dan mewujudkannya menjadi nyata. Bukan seperti lotre yang hanya mengharapkan kebetulan semata. Sudah seharusnya anggota DPR bisa merakyat, mewakili rakyat, dan mencapai tujuan rakyat. Bukan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan tidur saat berlangsung nya siding rakyat.
Ditulis oleh:
Farah Fadilla Putri, Adnin Chiesa Syahwanes, Alika Cahya Ramdhani, Neng Cahya Yulianti, Rofika, Salsabila Mustika Dewi, Shabna Azzahra Kelompok Kajian Politik Program Studi Administrasi Publik Universitas Bina bangsa.






