Bank Banten Diminta Bantu Perekonomian Masyarakat Pedesaan

SERANG,- Bank Banten diminta untuk pro aktif dalam memajukan perekonomian Banten khususnya masyarakat di pedesaan. Masyarakat di pedesaan dipandang kesulitan untuk mengakses pinjaman modal di perbankan lantaran terhambat oleh persoalan administrasi.
Founder Jawara Farm, Nur Agis Aulia menyebut jika saat ini kaum tani, peternak maupun nelayan-nelayan yang ada di daerah pelosok di Banten kesulitan untuk mengakses perbankan karena terkendala banyak hal.
“Masalahnya mereka tidak bankable secara administratif. Tidak bisa berurusan dengan perbankan. Jangankan itu, mereka datang ke kantor bank aja masih tidak pd dan ragu, apalagi mereka harus mengurus persyaratan yang yang rumit,” katanya, Minggu (22/8/2021).
Menurutnua, bank daerah seharusnya bisa menyederhanakan pelayanan khususnya administrasi untuk para petani dan masyarakat lainnya dalam hal untuk memperoleh pinjaman di perbankan.
“Makanya salah satu yang harus dilakukan oleh bang daerah adalah memudahkan administrasi. Karena pada umumnya masyarakat di daerah meminjan ke bang keliling, yang hanya tinggal memberikan KTP saja sudah bisa pinjam. Semoga dengan adanya digitalisasi itu bisa terwujud,” jelasnya.
Menurut Agis, yang menjadi permasalahan utama saat ini bagi para petani, peternak dan nelayan di daerah adalah tidak memiliki modal yang cukup untuk meningkatkan usaha mereka. Sementara akses untuk masuk ke perbankan cukup sulit kaerna banyaknya persyaratan.
“Bang daerah harusnya berbeda dengan bank konvensional lainnya, karena ada misi untuk menggerakan ekonomi dan membantu masyarakat dalam hal pembangunan daerah. Makanya dia tidak orientid untung saja, tetapi bagaimana pemberdayaannya jalan,” jelasnya.
Ia mengatakan, jika kemampuan masyarakat petani, peternak dan nelayan sebenarnya memiliki kemampuan untuk membayar tagihan yang diberikan oleh perbankan. Namun akses untuk mendapatkan pinjamannya yang sulit.
“Karena yang menjadi permasalahan saat ini adalah meningkatkan produktivitas mereka. Itu semua terkadang terkendala oleh modal. Untuk itu bank daerah khususnya bank Banten harus mau turun dan pro aktif kepada mereka. Karena kalau berbicara kemampuan untuk membayar mereka mampu,” tandasnya. (Arr)






