amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang,- Menanggapi keinginan pihak pengusaha ayam yang meminta kelonggaran waktu hingga Bulan April mendatang untuk mengosongkan tempat usahanya, Warga kedung Leles, Kelurahan Kasemen Kecamatan Kasemen Kota Serang mengaku tidak masalah asalkan pengusaha mau memberikan jaminan kesehatan kepada warganya selama kandang ayam tersebut beroprasi.
Salah satu warga Kedung Leles, Ubay mengungkapkan, pihaknya terganggu dengan keberadaan peternakan ayam yang terletak tidak jauh dari lingkungan mereka. Menurutnya semenjak ada peternakan tersebut, lingkungan mereka dihantui dengan banyaknya lalat yang masuk ke perkampungan.
“Kami ngopi aja berebut dengan lalat,” katanya saat diwawancarai oleh kru Digdayamedia.id, Jum’at (31/01/20).
Ubay mengatakan, semua warga merasa resah dengan keberadaan peternakan di lingkungannya dan berharap perusahaan tersebut segera ditutup lantaran meresahkan warga. Namun, jika pihak perusahaan menginginkan kompensasi hingga April, dirinya beserta warga mempersilahkan dengan syarat perusahaan harus menjamin kesehatan warga.
“Selama mereka beroperasi dari pengelola harus memberikan kompensasi kepada warga ketika tiba-tiba ada yang sakit akibat dari banyaknya lalat ini,” tegasnya.
Ubay mengungkapkan, selama ini pihaknya bersama masyarakat sudah pernah menggalang tandatangan agar perusahaan tersebut pergi dari wilayahnya. Akan tetapi, peternakan tersebut justru tetap beroprasi hingga saat ini.
“Dari pihak kelurahan belum ada inisiatif untuk membuat surat pernyataan. Malah pa RT dulu yang bikin,” katanya.
Lebih lanjut, Ubay menegaskan, tidak akan memberikan kompensasi waktu setelah bulan april dengan membongkar paksa kandang ayam tersebut.
“Kami akan koordinasi dengan warga lainnya, kebetulan bukan cuma warga kedung leles yang kena imbasnya tapi masyarakat dari lingkungan lain juga terkena dampaknya,” tandasnya. (Arr)
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…
Di TENGAH derasnya arus digitalisasi dan konvergensi media, posisi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kian strategis…
Pandeglang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden,…
LEBAK - Sekretaris Golkar Lebak sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lebak, Muammar Adi…
Kota Bekasi - Komisi I DPRD Kota Bekasi angkat bicara soal insiden longsor di Tempat…