Benarkah “Joker” Memicu Keresahan Masyarakat ?

Mengejutkan. Itulah kesan saya ketika menonton langsung film Joker yang belum lama tayang di tanah air. Dengan adegan pembuka yang membuat penonton terheran, Joker tertawa tanpa bisa ditahan. Menertawakan tragedi hidupnya sendiri. Sungguh total.
Film ini memang menggambarkan kota Fiktif bernama Gotham. Namun, refleksinya sungguh sesuai dengan kenyataan kekinian. Diberbagai negara pihak keamanan berjaga-jaga saat film ini diputar karena khawatir tiba-tiba muncul kekacauan.
Saya sendiri terheran Joaquin Phoenix pemeran Arthur Fleck dalam film ini tak sembarangan dalam berakting. Ia sangat total memerankan tokoh Joker yang dikesankan sebagai sosok anti hero. Adegan penuh kekerasan yang dibumbui dengan scene kondisi masyarakat yang rapuh di Kota Gotham ini memang menggambarkan dunia yang sangat muram. Entah itu di Amerika atau Indonesia. Suasana semacam itu memang sedang menggandrungi hampir keseluruhan kejiwaan masyarakat.
Tak ada asap jika tak ada api. Bagaimana kita sebagai masyarakat global tidak mendapatkan tekanan mental yang bertubi tubi. Jika yang ada dalam pikiran hanyalah melihat kondisi ekonomi semakin sulit. Diperparah dengan perang dagang Amerika Serikat dan China yang mengantarkan kita semua kepada jurang resesi.
Belum lagi di tanah air, negara sepertinya tak ambil pusing dengan menaikan pajak di berbagai sektor tanpa tedeng aling aling. Diwaktu yang sama asuransi kesehatan yang bernama BPJS makin mencekik karena naiknya tarif iuran.Tak heran karena penyebab itu, berbagai aksi mahasiswa diberbagai daerah mendapat dukungan yang luas di masyarakat.
Hal ini bukan karena isu yang diangkat mahasiswa tentang RUU KPK dan RUU KUHP namun karena suasana kebatinan masyarakat yang memang sedang berontak menghadapi tekanan-tekanan yang mereka tidak sanggup menanggungnya.
Bagi mereka yang biasa dan nyaman dengan sistem dan kaya karenanya, mungkin menganggap Joker sebagai parasit yang memicu keresahan. Tapi bagi kaum marginal Joker adalah pahlawan baru yang mewakili kemarahan mereka.
Siapapun yang sedang memegang tampuk kekuasaan, waspadalah!tidak lama lagi akan banyak Joker-joker tiruan yang muncul ke permukaan atas nama penderitaan rakyat. Lalu siapa yang mereka tuju?siapa lagi kalo bukan pemegang kuasa yang korup.
Penulis, Dede Qodrat Alwajir, Direktur Pelaksana Spectrum Data Indonesia










