amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Lima ruang kelas Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Madarijul Ulum, di Lingkungan Kenari, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ambruk akibat banjir yang merendam.
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar tidak bisa dilakukan karena kerusakan yang sangat parah dan bangku yang terbawa banjir.
Tercatat ada sebanyak 150 siswa yang belajar di sekolah tersebut yang terdiri dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.
Sambil bercucuran air mata, kepala MDTA Madarijul Ulum, Masfuad mengatakan hampir seluruh ruang kelas mengalami kerusakan yang cukup parah akibat diterjang banjir.
“Kondisinya begini, hancur, itu ambruk kelas 4, kelas 2, kelas 3, kelas 5 ambruk. Ini kantor juga hancur semua,” katanya saat ditemui saat tengah membersihkan ruang guru, Jun’at (4/3/2022).
Ia mengatakan, banjir mulai menerjang sekolah sekitar pukul 10.00 wib. Saat itu ia tengah berada di sekolah. Air yang datang tiba-tiba membuat dirinya tidak dapat mengevakuasi barang-barang yang ada.
“Jam 9 tanggul jebol. Saya langsung ke sekolah untuk menyelamatkan buku dan barang, namun karena air sudah tinggi saya langsung pulang ke rumah,” katanya.
Selain ruang kelas yang ambruk, lanjut Masfuad, kitab, buku pelajaran dan juga bangku terbawa oleh banjir. Pihaknya pun untuk sementara waktu meliburkan proses pembelajaran.
“Diliburkan dulu, tapi anak-anak selalu menanyakan sekolah atau tida. Niat belajarnya tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar pemerintah turun tangan membantu sekolah yang ia pimpin, agar pembelajaran dapat kembali normal.
“Inginnya sih di rehab ulang, pendasinya kan jebol. Diperbaiki lagi. Ini padahal bangunan dari 2009 belum lama,” pungkasnya. (Arr)
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…