amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Jumlah kemiskinan di Kabupaten Serang diera Bupati Serang dan Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah – Pandji Tirtayasa terus menurun. Badan Pusat Satistik (BPS) Kabupaten Serang mencatat hingga 2019 jumlah kemiskinan mencapai 4,08 persen.
“Kab Serang itu terendah ketiga setelah Tangsel dan Kota Cilegon, tapi wilayah itu kan masuk daerah perkotaan, kemudian Pandeglang itu 9 persen, Lebak 8 persen, ” kata Kepala BPS Kabupaten Serang, Indra Warman saat dihubungi kemarin.
Indra mengatakan, survey tersebut terakhir dilakukan pada tahun 2019. Survey ini langsung dilakukan dari rumah ke rumah dengan mengambil beberapa sampel. Dalam survey tersebut ada poin poin yang ditanyakan meliputi tentang pengeluaran rumah tangga seperti kemampun masyarakat memenuhi konsumsi rumah tangga baik makan ataupun non makanan.
“Lalu kita hitung garis kemiskinan, dari penetapan garis kemiskinan itu mana yang dibawah itu miskin, di Serang ini garis kemiskinan itu Rp309 ribu perorang perbulan,” ujarnya.
Namun, kata dia persoalan kemiskinan di Kabupaten Serang ini terus mengalami penurunan jika di lihat sejak tahun 2016 atau atau awal kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah- Pandji Tirtayasa yang jumlahnya 4,58 dan tahun 2019 menurun menjadi 4,08 persen. Menurutnya penurunan tersebut sudah cukup rendah.
“Kalau melihat runtunan memang angka kemiskinan ini semakin turun, penurunan memang cukup rendah yah,” ujarnya.
Menurutnya, terus menurunnya angka kemiskinan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya kalau untuk di Kab. Serang jalan jalan sudah mulai bagus, jadi sarana produksi itu mudah dipasarkan. Lalu pengamanan pasokan di Bulog dan Dinas Pertanian cukup bagus.
“Memang campur tangah pemerintah, baik pemerintah provinsi, pusat dan daerah, termasuk juga bantuan subsidi pengaruh yah, jadi pada saat masyarakat tidak punya apa apa kalau ada bantuan mereka bisa beli beras, artinya untuk memenuhi kebutuhannya, tapi kalau gak ada bantuan dan tidak ada lapangan kerja akhirnya dia miskin,” imbuhnya. (Imat)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…