Dishub Kabupaten Serang Tingkatkan Layanan Uji KIR

SERANG – Pemkab Serang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus meningkatkan layanan uji KIR. Salah satunya, melalui penerapan sistem smartcard atau kartu pintar.
Pemberlakuan Smartcard atau juga disebut Blue (Bukti Lulus Uji Elektronik) sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 133 Tahun 2015 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor, dimana buku uji KIR diganti dengan kartu pintar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan petugas Dishub kepada masyarakat yang ingin melakukan uji KIR.

“Smartcard ini sebagai ganti buku uji KIR yang merupakan aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang harus dimulai pada 2021 ini. Jadi yang KIR nya habis langsung diganti dengan smartcard, kalau belum habis belum ganti jadi masih mengunakan yang lama,” Kepala Dishub Kabupaten Serang Hedi Tahap.
Hedi mengatakan, penggunaan sistem smart card ini juga sudah terintegrasi dengan Kemenhub RI sehingga lebih mudah dan efektif. Seluruh database kendaraan tersimpan secara elektronik dan dapat dibaca melalui aplikasi cek KIR secara online.
“Dari sistem ini salah satu supaya kami ada sistem laporan ke pusat, sehingga wajib lakukan sistem smartcard untuk mempermudah laporan. Ditambah pembayaran KIR mengunakan e-money,” paparnya.
Diketahui bahwa, Pemerintah pusat telah mengintruksikan atau mewajibkan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten/kota yang tidak memiliki alat uji dengan menggunakan smartcard dilarang untuk melaksanakan pengujian.
Ia menjelaskan, bagi pengemudi yang ingin mengurus KIR smart card harus memenuhi beberapa persyaratan.
“Pemohon daftar dulu KTP, STNK setelah daftar ke validasi bayar ke tunai, terus ke pengujian kendaraan setelah itu ke pencetak smartcard atau surat lulus uji elektronik Alhamdulillah itu sudah di terapkan sejak bulan Januari,” ungkapnya.
Pada bulan Januari 2021, Dishub Kabupaten Serang sudah menghabiskan 1000 kartu smartcard. Namun pada bulan Febuari of karena habis, pada bulan Maret kembali pengadaan smartcard. “Pada awal bulan Maret ini sudah habiskan 1,200 kartu smartcard, jadi rata-rata satu hari itu 120 sampai 130 kendaraan,” tungkasnya. (adv)









