Diwarisi 1.700 Lebih Sekolah Rusak, Tatu Selesaikan 1.200 Sekolah

SERANG – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang mencatat saat ini ruang kelas rusak tinggal tersisa sedikit atau sebanyak 400 lebih lagi. Jumlah ruang sekolah rusak tersebut terus berkurang dari semula pada tahun 2016 diawal kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah terdapat sebanyak 1.700 lebih.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Pendidikan pada DPKPTB Kabupaten Serang, Deni Hartono mengatakan, dimasa kepemimpinan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah pembangunan sarana dan prasarana pendidikan cukup gencar.
Berbagai bantuan anggaran terus difokuskan baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang, bantuan pemerintah (Bantah), DAK (Dana Alokasi Khusus) dan CSR (Corporate Social Responsibility).
“2016 itu ada 1.700 lebih ruang kelas (rusak), kemudian 2019 itu kita rakor (rapat koordinasi) dengan Dindik (Dinas Pendidika) tinggal 500 ruang kelas. Jadi masa kepemimpinan ibu ini cukup gencar juga pendidikan,” kata Deni saat ditemui di kantornya, Senin (19/9).
Deni menuturkan, pihaknya sebelumnya memprediksi pembangunan ruang kelas rusak ini bisa tuntas dalam dua tahun anggaran lagi. Namun karena adanya pandemi Covid-19 ini menjadi terkendala.
“Tapi insya allah 2021 (target pembangunannya-red) lebih dari yang di 2020, kemarin kalau gak salah ada tambahan anggaran lagi dari yang semula 7 atau 6 mudah – mudahan bisa di Rp17 miliar, jadi kita agak longgar, kita bisa memprioritaskan yang kondisinya rusak berat” imbuhnya. (Imat)






