Emak-Emak Dijadikan Pionir Kesehatan Masyarakat

BOGOR – Emak-Emak dijadikan pionir untuk mensosialisasikan kesehatan kepada masyarakat. Yakni, melalui program Gerakan Emak Sigap Covid-19 (Gesid) Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).
Hal itu disampaikan pada acara sosialisasi daring bagi 21 kader kesehatan di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada 1-3 Desember 2020. Sosialisasi daring dilakukan selama tiga hari melalui WhatsApp yang dibagi ke dalam tiga grup. Masing-masing grup diisi oleh satu moderator dan satu fasilitator yang berasal dari mahasisw. Antusiasme para kader terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan kesan yang disampaikan oleh peserta.
Ketua Tim Pengmas GESID Ayu Khoirotul mengatakan, materi yang disampaikan kepada kader kesehatan meliputi Materi Penularan dan Pencegahan COVID-19, Gizi Seimbang, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ketiga materi ini dipilih karena substansinya sebagai upaya pencegahan terhindar dari COVID-19. Ayu menerangkan, aksi ini menjadi upaya peningkatan peran kader kesehatan dalam mengedukasi masyarakat sekitarnya.
Ayu menambahkan, kader kesehatan dipilih sebagai sasaran program GESID karena mereka merupakan tokoh masyarakat bidang kesehatan yang paling dekat dengan warga. Kader kesehatan yang terdiri dari ibu-ibu ini dapat berbaur langsung dengan masyarakat dan juga memiliki hubungan emosional yang baik dengan mereka. Sehingga, para kader ini dapat berperan secara maksimal untuk meningkatkan literasi kesehatan terutama isu COVID-19 di masyarakat.
“Kader kesehatan dapat menjadi ujung tombak pemberi informasi yang benar di kalangan masyarakat,” kata Ayu, Selasa (8/12).
Salah satu peserta Sri Rohati mengatakan, dirinya mendapatkan pengetahuan banyak hal memalui kegiatan tersebut. “Jadi tau tentang makanan bergizi, tentang covid dan hidup sehat, pokoknya banyak sekali ilmu yang di dapat semoga bermanfaat,” kata Ibu Sri Rohati.









