Empat Hal yang Harus Disiapkan Saat New Normal di Sektor Ekonomi

Serang,- Banyak hal yang dapat dilakukan disaat pandemi Covid-19, salah satunya adalah dengan melakukan seminar secara online. Hal tersebut juga dilakukan oleh Indonesia Youth Opportunities in International Networking Local Chapter Serang (IYOIN LC SERANG) yang mengadakan talkshow Online Lecture yang pertama. Sabtu (13/6/2020)
Menurut Gresika salah seorang pembicara pada seminar tersebut menyampaikan, tak semua kalangan terkena dampak yang negatif dari adanya pandemi Covid-19. Masih ada sektor ekonomi yang justru tetap baik meski ada wabah.
“Daripada kita fokus ke keadaan karena adanya Covid-19 ini, lebih baik kita membaca peluang dengan melihat pertumbuhan GDP dari masing-masing sektor di Indonesia. Cukup banyak sektor yang mengalami pertambahan demand (permintaan-red) saat adanya pandemi di masa-masa sekarang ini,” katanya.
Sektor yang tetap bertahan menurut Gresika yang pertama ada di bidang (sektor) jasa kesehatan dan juga kegiatan sosial, yang kedua jasa keuangan dan asuransi, yang ketiga sektor informasi dan komunikasi.
“Namun berbanding terbalik dengan ketiga sektor sebelumnya, sektor transportasi dan pariwisita merupakan industri yang paling terdampak saat ini dan juga industri yang diprediksi oleh para ekonom paling lama pulihnya,” ungkap Gresika.
Gresika menuturkan bahwa ada empat hal yang perlu dipersiapkan bagi para pebisnis yang ada di era pandemic menuju ‘the new normal saat ini,’ diantaranya:
1. Risk Profiling Diri Sendiri. Maksudnya kita mengenali lebih lanjut tentang diri sendiri dengan menganalisis serta mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sehingga diri sendiri bisa tahu bagaimana memaksimalkan potensi yang dikuasai serta meminimalisir resiko yang akan terjadi.
2. Mengetahui Peluang Bisnis yang Ada. Covid-19 membuat orang mau tidak mau harus memulai untuk shifting ke hobi baru agar dapat bertahan, dimana artinya akan ada peluang bisnis baru dimasa ini. Misalkan, dimasa sekarang sektor yang mengalami pertambahan permintaan adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial, dengan begitu pelaku bisnis dapat mencoba untuk berbisnis makanan-makanan sehat, multivitamin, atau menjadi instruktur kesehatan virtual yang memang dibutuhkan dimasa seperti ini.
3. Menciptakan Peluang Bisnis. Menurut para ekonom pandemi ini tidak akan berakhir dengan cepat oleh karena itu kita harus dapat menyesuaikan diri dan kreatif juga inovatif untuk menciptakan bisnis baru. Misalnya dengan berbisnis masker kain, dimasa pandemi ini kebutuhan akan masker masih terbilang tinggi. Oleh karena itu pelaku bisnis dapat dengan kreatif menciptakan masker yang fashionable sesuai target pemasaran atau menciptakan masker untuk kaum difabel seperti yang sudah dilakukan oleh Dwi Rahayu dari Yogyakarta.
4. Mengetahui Kondisi Perekonomian Secara Makro Terkait dengan Pandemi Saat Ini. Setelah dua hal tersebut, kita perlu mengetahui kondisi perekonomian makro negara kita agar bisa dijadikan strategi bisnis dan mengimplementasikannya di sektor mikro.









