amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
Serang-, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI), menggelar Dialog Kebangsaan dan Bedah Buku “Gagal Faham Khilafah: Hizbut Tahrir Indonesia” yang di selenggarakan di Studio Sultan TV, Banjarsari, Cipocok Jaya, Serang, Banten. Jum’at (20/03/2020)
Salah satu pemantik dalam diskusi tersebut, Kiai Hamdan Suhaimi menjelaskan, Di era 1970-an kaum ekstrem kanan membawa sebuah faham panislamisme dibumi Indonesia. Dalam ajarannya, mereka memaksakan untuk mendirikan sebuah negara Khilafah.
“Penerapan Khilafah Islamiyah bukannya di Tolak jika ada Indonesia tapi tertolak karena sudah menabrak konsesus alim ulama dan konsesus bangsa yang diprakarsai oleh Founding Father. Jargon kita jelas, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya, Indonesia Milik Kita,” jelasnya.
Sementara itu, tokoh muda Banten, Abdul Muhit Hariri menjabarkan bahwa ada yang lebih bahaya dari Virus yang hari ini sedang ramai yaitu Virus Pemahaman Khilafah kepada generasi muda Indonesia khususnya Banten. Walaupun, HTI ini sudah dibubarkan oleh Pemerintah, tetapi doktrin-doktrin terhadap generasi muda masih berlangsung.
“Di dunia perguruan tinggi baik umum maupun agama pada era tahun 2013 mereka melalui organisasi Gema Pembebasan yang mana mereka terafiliasi oleh Hizbut Tahrir Indonesia yang sering menggembor-gemborkan Tolak Pancasila, Pancasila Thought. Ini jelas merusak kehidupan bangsa, harus kita bumi hanguskan faham model seperti ini,” katanya.
Muhit menghimbau kepada pemuda hari ini agar mulai berani show up untuk berani mengatak bahwa Khilafah buka ideologi Bangsa Indonesia lalu kuasai Media-Media sosial diantaranya untuk menebarkan Islam yang ramah.
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…