Infrastruktur Pendidikan di Kota Serang Dinilai Belum Merata

SERANG,- DPRD Kota Serang meminta Pemkot Serang agar mampu melakukan pemerataan infrastruktur pendidikan di Kota Serang. Hal tersebut agar tidak ada lagi istilah sekolah favorit dan tidak favorit di Kota Serang.
Anggota Komisi II DPRD Kota Serang, Babay Sukardi mengatakan, salah satu upaya unyuk menghilangkan istilah sekolah favorit ialah dengan melakukan pemerataan infrastruktur pendidikan. Karena masyarakat menganggap semua sekolah favorit.
“Jadi sudah tidak ada yang namanya sekolah favorit. Karena kan sekolah favorit itu biasanya dilihat dari infrastrukturnya. Ketika semua sudah merata, masyarakat memandangnya semua sekolah itu favorit,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Kota Serang, Rabu (31/3/2021).
Ia mengatakan, dengan adanya konsep sekolah favorit, seakan-akan membuat sekolah lainnya dianaktirikan. Karena berbagai pembangunan akan terus digencarkan di sekolah favorit tersebut, sedangkan di sekolah lainnya tidak.
“Sebagai contoh, ada di Kecamatan Taktakan, SMP yang kondisi tembok pagarnya itu sudah miring. Dan lebih mirisnya lagi, miringnya itu ke arah dalam lingkungan sekolah. Tentunya ini menjadi berbahaya bagi peserta didik kita,” terangnya.
Ia mengakui bahwa dalam pengelolaan keuangan pemerintah, perlu waktu untuk dapat merealisasikan sebuah program. Oleh karena itu, ia meminta agar Dindikbud Kota Serang dapat melakukan perencanaan yang matang dan mencakup seluruh permasalahan.
“Pasti kan butuh proses tuh untuk pelaksanaannya. Makanya, agar dapat bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah kota, perencanaan yang dilakukan itu harus tepat. Cari tahu bagaimana kondisi sekolah-sekolah, tentukan skala prioritas,” katanya.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan mampu turut serta dalam pengembangan sekolah. Karena masyarakat menjadi salah satu faktor terpenting dalam pengembangan dunia pendidikan.
“Itu yang dinamakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Dimana masyarakat menjadi salah salah satu faktor penting salam pengelolaan sekolah,” ungkapnya.
Saat ingin dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Dindikbud Kota Serang, Wasis Dewanto, tidak merespon. Begitu pula dengan Sekretaris Dindikbud Kota Serang, Sarnata. (Arr)









