amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG – Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menuai polemik di masyarakat. Kali ini, kantor Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang didemo ratusan warga.
Warga mendatangi kantor Desa Tengkurak sekitar pukul 09.00 WIB. Warga mempertanyakan soal penyaluran BST yang dinilai tidak merata dan tidak tepat sasaran.
Sekretaris Desa Tengkurak Hendra Saputra mengatakan, ada lebih dari 200 warga mendatangi kantor desa. Mereka mempertanyakan soal BST dari Kemensos. “Warga mendemo desa terkait bantuan dari Kemensos,” katanya, Jumat (22/05/20).
Hendra mengatakan, di desanya hanya ada 63 keluarga yang mendapatkan BST. Padahal, di desanya sangat banyak warga miskin dan juga terdampak Covid-19. “Sedangkan tetangga desa ada yang 800 lebih (dapat bantuan BST-red),” ujarnya.
Dikatakan Hendra, selain penyaluran yang tidak merata, warga juga memprotes karena banyak penerima yang salah sasara. Beberapa penerima, ada yang ekonominya sudah mampu dan juga ada penerima ganda. “Ada yang sudah menerima BPNT dan PKH,” terangnya.
Pihaknya menduga penyaluran bantuan itu tidak masih menggunakan data yang lama. Padahal, pihaknya sudah menyetorkan data terbaru hasil pendataan warga terdampak Covid-19 sesuai instruksi pemerintah.
“Kami akan berupaya dan memohon kepada Instansi terkait dalam hal ini Dinas Sosial untuk meminta data tambahan penerima BST kepada warga yang belum menerima bantuan,” ucapnya. (Sir)
SERANG – Selepas pelepasan resmi Kontingen Banten oleh Gubernur Banten, jajaran pengurus Kontak Tani Nelayan…
SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan…
Pandeglang – Setelah melalui berbagai upaya dan perjuangan panjang, Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)…
PANDEGLANG – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga akhirnya berhasil diungkap oleh sekelompok…
Pandeglang – Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi dan…
PANDEGLANG, - Proyek pemasangan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Jalan Raya Pandeglang Nomor 3, tepatnya…