Lapak Bendera Merah Putih di Kota Serang Sepi Pembeli

SERANG,- Jelang HUT Republik Indonesia yang ke 76 tahun, pedagang bendera merah putih dan umbul-umbul di Kota Serang mulai menjamur. Kendati demikian, penjualan pada tahun ini dinilai mengalami penurunan yang signifikan.
Salah satu pedagang, Edi mengaku jika penjualan bendera pada tahun ini sangat menurun omzetnya dan jauh apabila dibandingkan dengan tahun lalu saat pemberlakuan PSBB di Kota Serang.
“Kalau sekarang belum terlalu ramai sih, PPKM ngaruh juga sih, kalau dulu sebelum PPKM udah ramai yang beli dari sekarang tapi sekarang mah sepi. Bahkan pendapatan pun jauh bila dibandingkan tahun lalu tepatnya pada masa pemberlakuan PSBB,” katanya saat ditemui, Rabu (4/8/2021).
Ia mengatakan, sepinya penjualan lantaran banyaknya perkantoran dan sekolah yang tutup sehingga penjualannya cenderung menurun.
“Soalnya biasanya yg beli itu pengunjung dari kantor-kantor, sekolah dan lain-lain tapi sekarangmah kan pada libur. Biasanya tanggal segini sudah banyak laku kalau dulu tapi sekarang sepi,” jelasnya.
Bahkan, lanjut Edi, di hari ini saja, dirinya baru sanggup menjual 4 potong bendera saja. “Apalagi pas hari pertama berjualan, yang laku cuman 1 potong saja,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Edi menjelaskan, untuk harga sendiri variatif tergantung dengan ukuran dari bendera itu sendiri.
“Kisaran harga itu yang kecil sekitar 30 sampai dengan 35 ribu. Yang besar kadang dari 50 sampai dengan 60 ribu sementara untuk umbul-umbul 30 ribu,” tandanya. (Arr)









