Malam Anugerah Lomba Film Pendek HUT, Partai Golkar Tegaskan Komitmen Jaga Kebinekaan Lewat Jalur Kreatif

JAKARTA — Partai Golkar sukses menggelar Malam Anugerah Penghargaan Pemenang Lomba Film Pendek HUT Partai Golkar. Acara yang menjadi puncak rangkaian kompetisi kreatif ini dihadiri oleh sineas dari berbagai penjuru Indonesia, yang karyanya berhasil mengangkat nilai-nilai budaya, persatuan, dan kebinekaan.
Kompetisi yang dibuka sejak 25 September 2025 dan ditutup pada 25 Oktober 2025 tersebut, menerima puluhan karya film pendek. Ragam tema yang diangkat peserta secara nyata merefleksikan kekayaan kehidupan sosial, budaya lokal, serta semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Malam penganugerahan dihadiri sejumlah pimpinan Partai Golkar, termasuk Bahlil Lahadalia, Airin Rachmi Diany, Ali Mochtar Ngabalin, dan Muhidin, bersama para sineas dan pelaku industri film.
Bahlil Lahadalia: Film sebagai Ikhtiar Merawat Kebinekaan

Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen fundamental Partai Golkar dalam menjaga keberagaman dan ideologi Pancasila sejak partai itu didirikan. Menurutnya, karya-karya film yang lahir dari kompetisi ini adalah bentuk nyata dari upaya kolektif merawat kebinekaan melalui jalur kebudayaan dan kreativitas.
“Golkar lahir untuk menjaga keberagaman dan ideologi Pancasila. Karya-karya yang kalian hasilkan hari ini adalah bagian dari ikhtiar besar itu,” ujar Bahlil di hadapan para sineas muda.
Tantangan Khusus untuk Film Layar Lebar
Tidak hanya menyampaikan apresiasi, Bahlil Lahadalia juga memberikan tantangan khusus kepada salah satu peserta. Ia menantang sineas tersebut untuk membuat film berdurasi sekitar 20 menit yang mengangkat kisah perjuangan seorang anak kampung yang bertahan hidup di terminal selama lima tahun tanpa akses pendidikan formal.
Bahlil menjanjikan dukungan penuh dari partai. Apabila konsep dan hasil karya tersebut dinilai baik oleh dewan juri, Partai Golkar siap memfasilitasi pencarian sutradara serta aktor profesional untuk mewujudkannya menjadi film layar lebar.
Ketua Umum Golkar ini menutup sambutannya dengan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sineas yang berpartisipasi. Ia berharap kompetisi film ini dapat menjadi agenda berkelanjutan partai dalam mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang membawa pesan persatuan bagi bangsa.
Malam Anugerah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ajang pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi momentum penting pertemuan antara dunia politik dan industri kreatif, menegaskan semangat kolaborasi dalam membangun Indonesia yang beragam, inklusif, dan berbudaya.







