amp-web-push-widget button.amp-subscribe { display: inline-flex; align-items: center; border-radius: 5px; border: 0; box-sizing: border-box; margin: 0; padding: 10px 15px; cursor: pointer; outline: none; font-size: 15px; font-weight: 500; background: #4A90E2; margin-top: 7px; color: white; box-shadow: 0 1px 1px 0 rgba(0, 0, 0, 0.5); -webkit-tap-highlight-color: rgba(0, 0, 0, 0); } .amp-logo amp-img{width:190px} .amp-menu input{display:none;}.amp-menu li.menu-item-has-children ul{display:none;}.amp-menu li{position:relative;display:block;}.amp-menu > li a{display:block;} /* Inline styles */ div.acss2ac47{clear:both;margin-bottom:1em;margin-top:0em;}div.acssbb8d6{padding-left:1em;padding-right:1em;}div.acss138d7{clear:both;}div.acssf5b84{--relposth-columns:3;--relposth-columns_m:2;--relposth-columns_t:2;}div.acssae964{aspect-ratio:1/1;background:transparent no-repeat scroll 0% 0%;height:150px;max-width:150px;}div.acss6bdea{color:#333333;font-family:Arial;font-size:12px;height:75px;} .code-block-default {margin: 8px 0; clear: both;} .code-block- {} .ai-align-left * {margin: 0 auto 0 0; text-align: left;} .ai-align-right * {margin: 0 0 0 auto; text-align: right;} .ai-center * {margin: 0 auto; text-align: center; } .icon-widgets:before {content: "\e1bd";}.icon-search:before {content: "\e8b6";}.icon-shopping-cart:after {content: "\e8cc";}
SERANG,- Meski hasil tangkapan ikan menurun dan biaya operasional sangat tinggi, nelayan rajungan di Karangantu, Kota Serang tetap melaut. Hal itu lantaran mereka kesulitan untuk mencari pekerjaan yang bisa dilakukan di darat.
Pantauan di lokasi, selepas sampai di pelabuhan karangantu, mereka langsung merapikan jaring mereka sembari mengecek kondisi jaring yang mereka gunakan. Mereka kemudian langsung membawa hasil tangkapan mereka ke pengepul yang berada tak jauh dari tempat perahu mereka bersandar.
Salah satu nelayan, Toni mengatakan, mereka tetap memutuskan untuk pergi melaut meskipun tingginya biaya operasional akibat bahan bakar solar bersubsidi yang naik.
“Engga ada pilihan lain pak, kalau kita engga melaut ya mau makan apa nanti,” katanya, Selasa (13/9/2022)
Namun demikian, kondisi itu tidak dibarengi dengan kenaikan harga rajungan tangkapan mereka karena harga rajungan ditentukan oleh pengepul.
Meski BBM jenis solar mengalami kenaikan harga, dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 rupiah per liternya, mereka tak kuasa untuk menaikan harga hasil tangkapan mereka karena telah ditentukan oleh pengepul yang dihargai Rp35.000 rupiah per kilogram nya.
“Kita engga bisa nentuin harag pak, karena udah ditentuin sama pengepul nya. Jadi ya tetep segitu harganya,” jelasnya.
Kondisi itu membuat para nelayan terpaksa nombok lantaran hasil tangkapan mereka tidak mampu menutupi biaya operasional yang tinggi. Kondisi itu diperparah lantaran sulitnya mencari rajungan akibat cuaca yang sedang tidak menentu.
“Ya mau gimana lagi kebutuhan buat solar kan engga bisa dipangkas, tiap hari harus ada 7 liter,” jelasnya.
Bahkan di minggu-minggu ini ia hanya mampu membawa pulang 1 sampai 2 kilogram rajungan saja. “Ya tiap hari kita nombok, tangkapan lagi sepi juga. Yang besar mending dihargai 1 kilo nya Rp60 ribu, cuman kan sekarang lagi musim yang kecil,” pungkasnya. (Arr)
SERANG – Sektor pariwisata di kawasan pesisir barat Banten, khususnya destinasi legendaris Anyer-Carita, resmi memasuki…
SERANG - Pemerintah Kota Serang resmi melepas keberangkatan 378 jemaah haji Kloter 20 GA JKB…
PANDEGLANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai memperkuat peran Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) sebagai ujung…
PANDEGLANG - Harapan baru bagi dunia bulu tangkis Kabupaten Pandeglang mulai terbuka setelah Muhamad Syahrul,…
KOTA SERANG — Suasana penuh kebersamaan dan semangat persaudaraan mewarnai kegiatan Halal Bihalal sekaligus Pelantikan…
PANDEGLANG — Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Sehati Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kembali melaksanakan kegiatan…